Akademisi India cari peluang perdalam kerja sama hukum dengan RI

4 days ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Akademi dari Jawaharlal Nehru University India mencari peluang untuk memperdalam kerja sama dengan Republik Indonesia, terutama di bidang hukum yang berlandaskan pengetahuan tradisional.

Berbicara dalam sesi diskusi di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Rabu, Prof. Gautam Khumar Jha selaku Professor Centre for Chinese and Southeast Asian Studies, Jawaharlal Nehru University India, mengatakan bahwa baik India maupun Indonesia mulai kehilangan ilmu-ilmu tradisional akibat penjajahan Barat.

"Dalam konteks hukum, terdapat banyak peluang untuk meningkatkan kualitas pembangunan Indonesia, terutama yang berkaitan dengan lingkungan, masyarakat, dan masa depan bangsa. Kajian perbandingan ini sangat penting untuk dikembangkan,” kata Khumar Jha.

Akademisi yang menekuni sejarah, budaya, serta bahasa Indonesia itu, menyampaikan bahwa ia telah melakukan kerjasama riset dengan berbagai peneliti dari Indonesia tentang berbagai hal mulai problem hak asasi manusia hingga masalah pertanahan.

Seiring dunia yang begitu berkembang, dirinya menilai bahwa ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggali kembali pengetahuan tradisional Indonesia asli, yang disebutnya hilang akibat warisan pengetahuan kolonial.

Padahal, Indonesia dan India telah saling bekerja sama di bidang pengetahuan yang tercermin dari banyaknya pelajar dari Indonesia di masa lampau yg belajar di India pada Universitas Nalanda—pusat pembelajaran Buddha kuno paling penting di dunia.

Lebih lanjut, Khumar Jha mengatakan bahwa kontak India dan Indonesia terus terjadi ketika Islam berkembang di India dan Indonesia (Nusantara). Para pemikir Islam Nusantara masuk dari Gujarat India, seperti halnya masuknya Hindu dan Buddha sebelumnya.

Dilatarbelakangi oleh hubungan kedua negara yang telah terjalin sejak berabad lalu, dan banyaknya aspek ilmu pengatahuan yang bisa dipelajari oleh India dari Indonesia, maupun juga sebaliknya, Khumar Jha menilali kedua negara masih memiliki banyak peluang untuk melakukan penelitian terhadap satu sama lain.

“Misalnya seperti yang kami lakukan, penelitian tentang bagaimana menyeleksi seorang hakim di India dan Indonesia, bagaimana sistem Mahakamah Agung di India dan Indonesia. dan juga aspek-aspek lain seperti notaris,” ucap Khumar Jha.

Pada kesempatan yang sama, Sariat Arifia, mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, juga menjelaskan bahwa masuknya penjajah kolonial ini membawa mitos bahwa hukum tidaklah ada di Nusantara sebelumnya dan penjajah menanamkan gagasan dan pemikiran bahwa penjajah yang mengenalkan hukum bagi warga masyarakat Nusantara.

Belanda, kata dia, menanamkan pemikiran bahwa gagasan pemikiran hukum terbentuk oleh pemerintah kolonial haruslah dibuang jauh-jauh. Padahal, hukum telah ada sejak lama, dan hidup serta berkembang di Nusantara jauh sebelum penjajah masuk.

Sariat mengutip penemuan situs batu Yupa yang ditemukan di Kalimantan yang memuat hukum asli Nusantara yang ditulis dalam bahasa Sanskerta.

Situs itu juga menjelaskan hukum agraria dan pemerintahan. Di dalamnya terdapat kewajiban seorang Raja kepada rakyatnya. Sistem hukum yang berlaku saat itu mengadopsi sistem hukum yang berlaku di India.

Batu Yupa disebutnya menjadi bukti bahwa hukum Nusantara telah dibuat secara tertulis sejak lama.

“Manuskrip kuno juga menjelaskan hal tersebut. Bahwa batuan yang ada bukan semata peninggalan sejarah dan budaya tetapi mengandung gagasan hukum berisi perintah dan larangan,” tambahnya.

Baca juga: Indonesia terima prasasti Nalanda dari pemerintah India

Baca juga: Indonesia dan India bersinergi mewujudkan kekuatan digital

Baca juga: Menhan RI dan India bahas kerja sama bidang pertahanan

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article