Liputan6.com, Jakarta - Setelah merilis single “Kami adalah Badai,” “Agrippina,” dan reinterpretasi atas karya klasik Harry Roesli, yakni “Setengah Tiang,” kini musisi Serdadu Sam memperkenalkan album Kronik —sebuah rangkaian lagu yang memotret kegelisahan batin, refleksi sosial, serta pencarian eksistensi.
Kronik menampilkan bentuk audio-naratif yang kaya tekstur. Album ini cara Serdadu Sam menolak pola album konvensional dengan merangkai cerita lewat 13 trek yang bukan hanya sekadar lagu. Materi album ini ibarat bab-bab dari sebuah buku hidup yang menawan.
Album Kronik juga menggambarkan ambisi, ketamakan, kegagalan, perpisahan, pertobatan, kehilangan, dan kobaran semangat dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Serdadu Sam menyebut Kronik adalah dokumentasi batin. Bukan album komersial.
“Saya menulis catatan untuk dipahami siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya hidup, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian namun harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan,” kata Kenny, sosok di balik Serdadu Sam.
Materi Kronik dirancang sejak 2021. Penulisannya dilandasi pengalaman pribadi, hasil observasi, dan cerita orang-orang terdekat. Semua lagu kecuali “Setengah Tiang” diciptakan dan ditulis Kenny dalam Bahasa Indonesia, dengan pendekatan lirik naratif namun puitis.
“Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapi juga tidak ingin terlalu bersayap,” ungkap Kenny lewat pernyataan tertulis yang dterima Showbiz Liputan6.com, pada Kamis (15/1/2026).
Tak Ingin Dibatasi Aturan
Dalam album Kronik, Serdadu Sam merambah berbagai genre dan mengeksplorasi beragam instrumen musik untuk menerjemahkan semua ide sekaligus visi musikal secara maksimal. Beberapa lagu dalam album ini berdurasi tak biasa.
“Kalibut” misalnya, nomor rok progresif yang menyorot konflik Gaza berdurasi lebih dari 12 menit. “Saya tak ingin dibatasi aturan industri soal durasi. Cerita lagu selesai saat ia selesai—bukan saat timer berhenti,” Kenny menjelaskan.
Reinterpretasi “Setengah Tiang”
Salah satu titik penting dalam Kronik adalah reinterpretasi “Setengah Tiang,” karya maestro Harry Roesli. Dengan restu keluarga almarhum, lagu ini dihidupkan kembali lewat sentuhan brass dan emosi kontemporer yang segar sekaligus terasa unik.
“Kami tidak ingin meng-cover. Kami ingin berdialog dengan masa lalu,” ujar Kenny. Album ini menghadirkan single unggulan “Dan Akhirnya Selamanya,” kolaborasi dengan Bemby Gusti. Lagu ini menjadi pesan personal Kenny untuk kedua putrinya.
Pengalaman Musikal Berbeda
Pesan yang dimaksud tentang menerima hidup, menghadapi kekecewaan, dan menemukan makna dari kebahagiaan yang disyukuri. “Saya menganggap lagu ini sebagai My Way-nya Serdadu Sam,” Kenny menyambung.
“Saya harap album ini dapat memberi pengalaman musikal berbeda kepada para pendengar yang bersedia memberikan waktu untuk mendengarkan dan mengenal karya ini lebih jauh,” ia mengakhiri.
Lanjut Baca:
Makna Lagu Scott Street oleh Phoebe Bridgers, Ungkap Kisah Patah Hati dan Nostalgia

2 days ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476428/original/039242600_1768749440-Miss_0.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476420/original/079349500_1768748761-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_19.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3018588/original/008255000_1578657461-IMG_20200110_132629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476249/original/074056300_1768721274-Gigi_Perez_perform_di_atas_panggung__IG_gigi4perez_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5056184/original/008915700_1734509774-Andrew_Susanto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439170/original/011580500_1765351897-WhatsApp_Image_2025-12-10_at_14.22.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476382/original/075734800_1768738348-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_19.01.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2942211/original/004663700_1571314631-WhatsApp_Image_2019-10-17_at_19.13.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476345/original/089000700_1768730768-happiest_yahya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474631/original/041319900_1768498974-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_00.16.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476339/original/034510100_1768729257-Screenshot_2026-01-18_163816.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476284/original/028140900_1768724991-Cover___Lead__18_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476288/original/089608300_1768725077-unnamed-33.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474964/original/099569300_1768545259-Surat_untuk_Masa_Mudaku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829166/original/017053000_1715494474-kisah_nyata_spesial.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390142/original/027974000_1761232668-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_19.52.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·