Liputan6.com, Jakarta - Dalam film Sebelum Dijemput Nenek, karakter Kotrek yang diperankan Oki Rengga mencuri perhatian lewat gaya komedi yang terasa alami dan dekat dengan keseharian. Film horor-komedi ini menghadirkan dinamika unik antar karakter, termasuk Kotrek yang tampil apa adanya namun justru memberi warna tersendiri di tengah cerita bernuansa mistis.
Kehadiran Oki Rengga disebut menjadi salah satu elemen yang membuat film ini terasa lebih cair dan menghibur.
Oki Rengga mengaku tak mengalami kesulitan berarti saat pertama kali menerima tawaran memerankan Kotrek. Setelah membaca sinopsis, ia merasa karakter tersebut sangat dekat dengan dirinya.
“Waktu pertama kali ditawarin, dilihat sinopsisnya tuh kayak gak sulit nih acting-nya. Iya jadi diri sendiri aja. Itu kayaknya memang sebenarnya aku direkam terpisah, itu kegiatan sehari-hari, terus digabungin jadi film aja,” ujar Oki Rengga sambil tertawa pada jumpa pers film Sebelum Dijemput Nenek di Jakarta pada Rabu (14/1/2026)
Ia juga menilai suasana syuting berjalan lancar berkat chemistry yang sudah terbangun antar pemain. Oki menyebut kehadiran para komika lain membuat proses produksi terasa ringan.
“Makanya ya ada Mas Dhodit, ada Angga, ada Wapi, ada Nope. Jadi syutingnya kita enggak terlalu sulit juga, udah ngobrolnya lama, semua segala macem,” tuturnya.
Tak hanya itu, Oki menambahkan pengalaman baru saat harus berdialog dengan logat Jawa. “Kalo Kotrek enggak terlalu sulit, di situ agak lumayan jadi Jawa. Aku juga orang Jawa, ini film pertama aku jadi orang Jawa juga. Menyenangkan lah buatku, bisa dapet karakter baru,” pungkasnya.
Oki Rengga Ungkap Proses Menemukan Logat Kotrek
Latar belakang Oki Rengga sebagai orang Jawa menjadi modal penting dalam membangun karakter Kotrek di film Sebelum Dijemput Nenek. Meski lahir dan besar di Medan, Oki mengaku fleksibel saat diminta menggunakan logat tertentu.
“Aku ini orang Jawa, Jawa Tengah. Aslinya orang Jawa aku, tapi lahir besarnya di Medan. Jadi aku kalau disuruh Jawa ya iso, kalau disuruh Medan ya bisa. Lepas aja lah,” ujar Oki.
Lanjut baca
Ia pun berseloroh bahwa profesionalisme menjadi kunci dalam pekerjaannya sebagai aktor. “Namanya dibayar ini aku. Kalau seandainya udah dibayar, aku disuruh jadi Jawa nggak bisa, ah dibalikan duitnya, jangan lah,” katanya sambil tertawa. Dalam proses pendalaman karakter, Oki sempat ingin menampilkan logat Jawa secara penuh. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan sutradara. “Aku tadinya mau yang full Jawa, tapi ternyata terlalu sulit juga buatku. Jadi Mas Fajar bilang, cukup segini aja Ki Jawa-nya,” ungkapnya. Menurut Oki, arahan tersebut justru membuat karakter Kotrek terasa lebih natural dan tidak dipaksakan. Ia menambahkan bahwa pengalaman tumbuh di keluarga dengan latar bahasa berbeda turut membantunya. “Di rumah itu bapakku kalau ngobrol pakai bahasa Jawa, mamaku pakai bahasa Banjar. Aku ngambil tengahnya, bahasa Medan. Jadi nggak terlalu sulit sebenarnya, karena keluargaku juga masih pakai bahasa Jawa,” pungkas Oki.

6 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476339/original/034510100_1768729257-Screenshot_2026-01-18_163816.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476284/original/028140900_1768724991-Cover___Lead__18_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476288/original/089608300_1768725077-unnamed-33.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474964/original/099569300_1768545259-Surat_untuk_Masa_Mudaku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829166/original/017053000_1715494474-kisah_nyata_spesial.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390142/original/027974000_1761232668-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_19.52.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474124/original/090605900_1768466863-spring-fever-1-2__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5305258/original/034241400_1754301493-IMG_5635.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475975/original/028157700_1768703582-ClipDown.com_503099519_1499371644380806_2596978927685153136_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475631/original/089882600_1768633977-Screenshot_2026-01-17_140501.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475620/original/050329400_1768633367-ClipDown.com_618284823_18551268316005597_1132545939733196346_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475846/original/062910300_1768663946-Slate_2026_-_CRM_PN_996x664.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475873/original/024541600_1768667976-Guang_Liang_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475861/original/027353300_1768665418-Tolong_Saya_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475857/original/059236100_1768664862-ClipDown.com_491081183_18495697663032105_5654897960803252286_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475828/original/014263800_1768660525-ClipDown.com_564165789_18367650886153889_5892906826204794741_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)






English (US) ·