Paradoks AC Milan: Sudah Kebobolan 13 Kali, Mendadak Lemah Lawan Tim Papan Bawah!

4 days ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan menjalani musim 2025/2026 dengan wajah yang kontras. Rossoneri mampu tampil solid saat berhadapan dengan tim papan atas Serie A, tetapi justru kerap terpeleset ketika menghadapi lawan dari paruh bawah klasemen.

Data menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Dari total 15 gol yang bersarang di gawang Milan sejauh musim ini, sebanyak 13 tercipta ketika mereka berjumpa tim-tim papan bawah. Angka tersebut menegaskan sumber utama kehilangan poin Rossoneri.

Sebaliknya, ketika menghadapi sepuluh besar klasemen, pertahanan Milan relatif tangguh. Mereka hanya kebobolan dua gol, masing-masing saat melawan Napoli dan Atalanta, dengan salah satunya berasal dari titik penalti.

Situasi ini menempatkan Milan dalam dilema klasik. Konsistensi menghadapi tim yang secara kualitas berada di bawah mereka justru menjadi masalah terbesar dalam persaingan papan atas Serie A.

Rapuh saat Unggul, Kuat saat Tertekan

Seperti ditulis MilanNews, Milan telah kebobolan 13 gol saat melawan tim-tim di paruh bawah klasemen. Jumlah itu nyaris mencakup seluruh gol yang mereka terima sepanjang musim, sebuah statistik yang mencolok.

Masalah utama diyakini bukan terletak pada kualitas individu, melainkan aspek mental. Milan dinilai sering memasuki laga-laga tersebut dengan konsentrasi yang sedikit menurun, sehingga kesalahan-kesalahan kecil berujung pada gol yang sebenarnya bisa dihindari.

Ketika menghadapi tim besar, tekanan justru membuat fokus Milan meningkat. Struktur bertahan lebih rapat, jarak antarlini terjaga, dan kesalahan elementer jarang terjadi. Kontras inilah yang menciptakan jurang performa dalam hasil pertandingan.

Allegri Sebut Masalah Milan

Selain faktor mental, persoalan taktik juga ikut berperan. Milan terlihat lebih nyaman bermain dalam skema serangan balik, sementara saat dituntut mendominasi permainan, mereka kerap meninggalkan ruang yang berbahaya.

Situasi tersebut membuka peluang bagi lawan untuk menyerang melalui transisi cepat. Dalam laga melawan tim papan bawah, skenario ini sering terjadi dan berulang, membuat Milan kehilangan kontrol permainan.

Massimiliano Allegri menyinggung persoalan ini dalam konferensi pers jelang laga melawan Como. Sang pelatih menekankan bahwa pendekatan permainan sering kali dinilai dari hasil akhir, bukan dari proses yang terjadi di lapangan.

“Pada hari Minggu kami bermain di Florence, dan setelah kuarter yang gemilang, seharusnya kami sudah mencetak tiga gol melalui Pulisic. Jika Anda mencetak gol, pendekatannya sudah tepat, tetapi jika tidak, semuanya bergantung pada hasilnya," ucap Allegri.

Ketidaksempurnaan dan Konsistensi AC Milan

Allegri juga mencontohkan laga lain yang menunjukkan betapa tipisnya margin dalam sepak bola. Milan bisa tampil buruk pada babak pertama, tapi bangkit pada babak kedua. Begitu juga sebaliknya.

“Saya setuju bahwa kami tertinggal delapan kali, tetapi kami juga bangkit delapan kali: itu tergantung pada apakah Anda melihat gelas setengah penuh atau setengah kosong," ucap Allegri.

"Jika semuanya sempurna, dan dalam sepak bola itu tidak mungkin, semua pertandingan akan berakhir 0-0 atau tim yang sama akan selalu menang," tutupnya.

Sumber: SempreMilan

Lanjut Baca:

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Menjauh di Puncak, Manchester United Terlempar dari 5 Besar

Read Entire Article