Liputan6.com, Jakarta - Duel Senegal vs Maroko tersaji di panggung final AFCON/Piala Afrika yang penuh ketegangan hingga menit akhir pertandingan. Laga penentuan gelar ini berakhir dengan kemenangan Senegal 1-0 atas tuan rumah Maroko melalui perpanjangan waktu.
Gol tunggal penentu kemenangan Senegal lahir pada menit ke-94 melalui gelandang Pape Gueye. Hasil ini mengantar Singa Teranga meraih gelar Piala Afrika kedua sepanjang sejarah.
Final ini tidak hanya berbicara soal skor akhir, tetapi juga rangkaian insiden yang memicu jeda panjang pertandingan. Keputusan penalti untuk Maroko di masa injury time memicu protes keras dari kubu Senegal.
Drama Penalti, VAR, dan Gol Penentuan
Kekacauan bermula ketika wasit Jean-Jacques Ndala asal Kongo memeriksa VAR setelah Brahim Diaz terjatuh di kotak penalti. Keputusan penalti diambil setelah El Hadji Malick Diouf dinilai melanggar saat situasi sepak pojok.
Sejumlah pemain Senegal langsung meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan tersebut. Pertandingan akhirnya tertunda hampir 20 menit sebelum dilanjutkan kembali.
Sadio Mane berperan penting membujuk rekan setimnya untuk kembali ke lapangan dan melanjutkan laga. Situasi di tribune juga memanas karena terjadi ketegangan antarsuporter di tengah penantian.
Ketika laga dilanjutkan, Maroko mendapat peluang emas untuk mengakhiri pertandingan di waktu normal. Namun, eksekusi penalti Brahim Diaz dengan gaya Panenka justru mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy.
Gagalnya penalti tersebut memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu dengan tensi tetap tinggi. Senegal tampil lebih tenang dan disiplin dalam menjaga organisasi permainan.
Pada menit ke-904 perpanjangan waktu, Pape Gueye muncul sebagai pembeda lewat gol yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Maroko. Gol ini memastikan laga Senegal vs Maroko berakhir dengan kemenangan dramatis bagi tim tamu.
Setelah unggul, Senegal fokus bertahan dan mengelola tempo hingga peluit akhir dibunyikan. Maroko mencoba menekan, tetapi tidak mampu menembus pertahanan lawan.
Kemenangan ini memperpanjang catatan kurang ideal Maroko di Piala Afrika, dengan gelar terakhir diraih sekitar 50 tahun lalu. Namun, turnamen ini tetap dikenang sebagai salah satu edisi paling emosional dalam sejarah kompetisi.
Bagi Senegal, hasil laga Senegal vs Maroko di final ini menegaskan status mereka sebagai kekuatan utama sepak bola Afrika saat ini. Gelar kedua ini menjadi bukti konsistensi dan mental juara yang terbangun dalam beberapa tahun terakhir.
Lanjut Baca:
Manuver Persija di Bursa Transfer, Depak 1 Legiun Asing asal Brasil

3 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399914/original/016768900_1762046895-000_82QL8V9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5000534/original/082574100_1731311615-Real_Sociedad_vs_Barcelona_Takefusa_Kubo-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325995/original/067664800_1756072996-AP25236770009173.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475879/original/033699600_1768669300-Chelsea_vs_Brentford.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5296278/original/088895300_1753546932-20250726_Persija_Jakarta_Vs_Arema_FC-15_2.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475994/original/061072500_1768704714-liverpool_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475841/original/087878400_1768663052-000_932Q8KW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475087/original/034613000_1768549904-000_92VU3BV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364456/original/056540700_1759114295-AP25271625016073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469168/original/095352500_1768083462-000_92B72MK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5399835/original/045498200_1762014184-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449627/original/013308900_1766102390-massimiliano_allegri_napoli_milan_ap_altaf_qadri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3407636/original/089109900_1616392147-20210321IQ_Arema_FC_vs_Persikabo_1973_26.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475824/original/018331100_1768660299-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399890/original/092514200_1762039707-Juventus_coach_Allenatore_Luciano_Spalletti_directs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4181490/original/013696200_1664952493-AP22274463657076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5175259/original/040152700_1742979311-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-22.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·