Merasa Dirugikan, Elon Musk Gugat Open AI & Microsoft Senilai USD 134 M

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pengusaha Elon Musk berbincang dengan Donald Trump saat pemberian plakat kunci gedung putih di Ruang Oval Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (30/5/2025). Foto: Nathan Howard/ReutersPengusaha Elon Musk berbincang dengan Donald Trump saat pemberian plakat kunci gedung putih di Ruang Oval Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (30/5/2025). Foto: Nathan Howard/Reuters

Elon Musk menggugat OpenAI Inc. dan Microsoft dengan tuntutan ganti rugi sebesar USD 79 miliar hingga USD 134 miliar. Gugatan tersebut dilayangkan atas tudingan bahwa OpenAI telah menyimpang dari misi nirlabanya dan merugikan Musk setelah menjalin kemitraan strategis dengan Microsoft.

Permintaan ganti rugi itu diungkapkan oleh kuasa hukum Elon dalam dokumen pengadilan yang diajukan Jumat (16/1) , sehari setelah seorang hakim federal menolak upaya terakhir OpenAI dan Microsoft untuk menghindari persidangan dengan juri yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April di Oakland, California.

Mengutip perhitungan seorang ekonom keuangan yang menjadi saksi ahli, C. Paul Wazzan, dokumen tersebut menyebutkan Elon berhak atas sebagian dari valuasi OpenAI saat ini yang diperkirakan mencapai USD 500 miliar. Klaim itu didasarkan pada tuduhan Elon telah dirugikan setelah menyumbangkan dana awal sebesar USD 38 juta saat ikut mendirikan OpenAI pada 2015.

“Sebagaimana investor awal sebuah perusahaan rintisan dapat memperoleh keuntungan berkali-kali lipat dari investasi awalnya, keuntungan tidak sah yang diperoleh OpenAI dan Microsoft, dan yang kini berhak ditarik kembali oleh Tuan Musk, jauh lebih besar dibandingkan kontribusi awalnya,” tulis pengacara Musk, Steven Molo, dalam dokumen tersebut.

 Dado Ruvic/ReutersIlustrasi ChatGPT Atlas dan OpenAI. Foto: Dado Ruvic/Reuters

Elon meninggalkan dewan direksi OpenAI pada 2018. Setelah itu, dia mendirikan perusahaan kecerdasan buatannya sendiri pada 2023 dan memulai gugatan hukum pada 2024 terhadap Sam Altman, salah satu pendiri sekaligus CEO OpenAI, terkait rencana pengoperasian OpenAI sebagai entitas berorientasi laba. OpenAI dan Microsoft telah membantah seluruh tuduhan tersebut.

“Gugatan Tuan Musk tidak berdasar dan merupakan bagian dari pola pelecehan yang terus berlanjut. Kami menantikan pembuktian hal ini di persidangan,” ujar OpenAI dalam pernyataannya.

Perusahaan itu juga menilai tuntutan terbaru Elon tidak serius dan hanya bertujuan memperkuat kampanye pelecehan.

OpenAI sebelumnya telah memperingatkan para investornya untuk bersiap menghadapi klaim-klaim sensasional dari Elon seiring berlanjutnya proses hukum. Sementara itu, Microsoft menolak memberikan komentar.

OpenAI, pengembang ChatGPT, mengumumkan restrukturisasi perusahaan pada Oktober lalu. Saat itu, OpenAI menyatakan telah memberikan kepemilikan saham sebesar 27 persen kepada Microsoft, sembari menegaskan bahwa entitas nirlaba tetap memegang kendali atas operasional unit for-profit.

Altman mengecam gugatan Elon sebagai bentuk “instrumentalisasi sistem hukum” yang bertujuan memperlambat laju pesaing.

Menurut dokumen pengadilan, Wazzan menghitung nilai ganti rugi dengan menggabungkan kontribusi finansial dan non-finansial Musk, termasuk masukan teknis dan bisnis. Ia memperkirakan keuntungan tidak sah yang diperoleh OpenAI mencapai USD 65,50 miliar hingga USD 109,43 miliar, sementara Microsoft diperkirakan meraup USD 13,30 miliar hingga USD 25,06 miliar. Selain itu, Elon juga berencana mengajukan tuntutan ganti rugi punitif.

Read Entire Article