Anak Muda dan Buku: Minat Tinggi, Minim Akses

7 hours ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Oleh Edwin Dwi Putranto, Fitriyan Zamzami

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kata orang-orang, dunia yang sebegini terdigitalisasi bakal membuat buku fisik jadi barang usang. Nyatanya, ada semacam gelombang baru di kalangan anak-anak muda yang belakangan getol lagi membuka-buka halaman-halaman kertas, bukan sekadar menggeser layar.

“Saya kebetulan baru mau mulai baca lagi, Sirah Nabawiyah,” kata Bintang, seorang anak muda yang ditemui Republika di Jakarta Pusat, pekan lalu. 

Jika keluar dari mulut orang lain, niatan untuk mendalami kehidupan Rasulullah (semoga damai selalu untuknya) itu wajar saja. Tapi Bintang, tangan kanannya hampir semua tertutup tato hitam pekat. “Saya ingin tahu perjuangan Rasulullah bersama umatnya,” kata pria yang mendaku sehari-hari menjaga parkiran di pertigaan itu.

Kisah soal Rasulullah, bukan tak ada di internet. Sebaliknya, ia bejibun, kata orang Jakarta macam Bintang. Bagaimanapun, Bintang tetap memilih ingin membaca lewat buku fisik, seperti seribuan tahun kebiasaan para ulama. 

Jika Bintang hendak membaca untuk mengetahui kisah-kisah masa lampau, Sofia sebaliknya. Perempuan muda yang bekerja sebagai robotic processing developer sekaligus mahasiswi tingkat akhir di Jakarta ini membaca untuk menganalisis kondisi bangsa terkini. 

Saat ditemui Republika, di tangannya ada buku Il Principe karya pemikir politik Italia abad ke-16, Niccolò Machiavelli. Ini buku yang kesohor sejak lama, berisi bocoran bagi penguasa untuk memertahankan kekuasaan dengan cara apapun, bahkan jika cara itu dinilai masyarakat awam tak bermoral.

Cerita sejumlah anak muda Jakarta soal buku-buku yang mereka Baca. (Edwin Dwi Putranto/Republika)

“Saya baca buku ini karena relate dengan pemerintah saat ini,” ujar perempuan berjilbab itu sembari tersenyum. Ini ia sampaikan seturut persepsi di kalangan anak-anak muda soal tanda-tanda otoritarianisme yang mulai tampak belakangan.

Yang dibaca Sofia serupa dengan dengan yang dibaca Joana Matondo, seorang remaja putri yang berkuliah di Jakarta. “Saya saat ini baca buku yang author-nya George Orwell, judulnya 1984,” kata dia. 

Itu adalah buku klasik yang terbit pada 1949. Lewat buku fiksi distopia itu, Orwell memeringatkan soal bahayanya pemerintah otoriter yang mengerdilkan daya pikir masyarakat dengan manipulasi bahasa. Buku itu sempat lama jadi bacaan wajib siswa-siswi sekolah kelas menengah di Amerika Serikat.

Mereka bertiga di atas, hanya contoh kecil dari kembali ngetrendnya membaca di kalangan muda, utamanya Gen-Z dan Gen-Alfa. Sejumlah pemuda yang ditemui Republika di Aksi Kamisan di Jakarta Pusat pekan lalu, misalnya, kebanyakan adalah pembaca buku. Sebagian membaca fiksi, lainnya politik dan sejarah.

Read Entire Article