Liputan6.com, Jakarta - Di tengah hiruk-pikuk musik global, sebuah lagu berjudul "Multo" dari band Filipina, Cup of Joe, mendadak menyita perhatian. Lagu ini bukan sekadar hits biasa, melainkan fenomena viral yang merajai platform digital dan menyentuh hati pendengar lintas generasi di Asia Tenggara. Daya pikatnya terletak pada perpaduan melodi pop-rock melankolis yang mudah melekat di ingatan dan lirik puitis yang tajam bagai pisau, berhasil mengungkap perasaan yang seringkali sulit diutarakan.
Judulnya sendiri dalam bahasa Tagalog berarti "hantu". Lantas, bagaimana mungkin lagu bertema hantu justru bukan menjadi soundtrack untuk ketakutan, melainkan untuk kesedihan, kerinduan, dan penyesalan jutaan orang? Paradoks inilah yang menjadi kunci keistimewaannya. Makna lagu Multo sebenarnya jauh dari dunia ghaib, melainkan metafora tentang luka batin dan bayangan masa lalu.
Artikel ini akan membedah secara tuntas makna lagu Multo karya Cup of Joe. Kami akan mengajak Anda menyelami terjemahan lirik, mengurai simbol "hantu" sebagai metafora utama, hingga memahami pesan universal tentang pergulatan manusia untuk berdamai dengan kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Simak pembahasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/1/2026).
Siapa Cup of Joe dan Latar Belakang Lagu "Multo"?
Sebelum menyelami maknanya, penting mengenal siapa di balik karya ini. Cup of Joe adalah band pop-rock asal Filipina yang telah mengukuhkan diri di panggung Original Pilipino Music (OPM). Mereka dikenal dengan karakter musik yang emosional, lirik yang dalam, serta vokal yang penuh perasaan, menghidupi tradisi musik Filipina yang kaya akan ekspresi jiwa.
"Multo" hadir sebagai salah satu puncak kreativitas mereka. Lagu ini bukan hanya menambah katalog, tetapi juga mempertegas identitas Cup of Joe sebagai band dengan narasi puitis yang kuat. Lagu ini mencapai status fenomenal, trending di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels. Keberhasilan "Multo" juga menunjukkan kekuatan musik OPM dalam menyentuh tema-tema emosional manusia secara universal, melampaui batas bahasa dan budaya.
Terjemahan & Analisis Lirik Kunci "Multo"
Untuk benar-benar mengerti makna lagu Multo, kita perlu menyelami kata per katanya. Berikut analisis beberapa lirik kunci yang menjadi pondasi pesan lagu ini:
"Binaon naman na ang lahat, tinakpan naman na 'king sugat"
Terjemahan: "Semuanya sudah dikubur, lukaku sudah tertutup."
Analisis Makna: Ini adalah pengakuan usaha untuk move on. Si aku lirik berusaha mengubur kenangan dan menyembuhkan luka. Namun, penggunaan "naman" (sudah) yang diulang justru terdengar seperti upaya meyakinkan diri sendiri yang sia-sia, seolah lukanya belum benar-benar sembuh.
"Ako ay dahan-dahang nililibing nang buhay pa"
Terjemahan: "Aku perlahan-lahan dikubur hidup-hidup."
Analisis Makna: Ini mungkin adalah baris paling powerful yang merepresentasikan makna lagu Multo. Ini menggambarkan perasaan terperangkap, mati rasa, dan kehilangan vitalitas hidup karena terus-menerus diteror oleh kenangan. Bukan kematian fisik, melainkan kematian psikologis.
"Minumulto na 'ko ng damdamin ko"
Terjemahan: "Aku dihantui oleh perasaanku sendiri."
Analisis Makna: Ini adalah inti dari seluruh metafora lagu. Musuh terbesar, "hantu" yang sesungguhnya, berasal dari dalam diri sendiri. Perasaan seperti penyesalan, rindu, dan sakit hati itu sendiri yang berubah menjadi entitas yang mengganggu.
"Haplos mo'y ramdam pa rin sa dilim"
Terjemahan: "Belaianmu masih terasa dalam kegelapan."
Analisis Makna: Lirik ini menunjukkan betapa nyata dan sensasionalnya kenangan itu. Ia bukan sekadar gambar, tetapi bisa dirasakan seolah pengalaman fisik. Kegelapan mewakili kesendirian dan keheningan, di mana "hantu" kenangan paling aktif muncul.
Makna Lagu Multo: "Hantu" sebagai Metafora Utama
Kata "Multo" adalah jantung dari seluruh interpretasi lagu. Cup of Joe dengan jenius mengangkat konsep dunia lain ini untuk menggambarkan fenomena psikologis yang sangat manusiawi. Berikut penjabaran makna lagu Multo melalui metafora "hantu":
Hantu sebagai Kenangan yang Aktif dan Mengganggu
"Hantu" dalam lagu ini bukan ingatan pasif. Ia digambarkan aktif "mengunjungi" (dinadalaw mo 'ko bawat gabi) setiap malam. Ia punya agensi untuk mengganggu ketenangan, muncul tepat di saat kita paling rentan.
Hantu sebagai Penyesalan dan Rasa Bersalah
"Multo" bisa mewakili penyesalan atas kesalahan di masa lalu, kata-kata yang tak terucap, atau pilihan yang salah. Ia adalah bayangan dari "what if" dan "seandainya" yang terus menghantui pikiran.
Hantu sebagai Cinta atau Seseorang yang Hilang
Banyak pendengar menginterpretasikannya sebagai personifikasi dari mantan kekasih atau orang yang telah pergi (karena perpisahan atau bahkan kematian). Kehadiran mereka sudah tiada, tetapi "jejak" dan pengaruh emosionalnya masih sangat nyata dan mengikuti.
Hantu sebagai Versi Diri Lama
"Multo" juga bisa menjadi simbol dari diri sendiri di masa lalu—versi yang lebih naif, lebih bahagia, atau justru lebih terluka—yang terus membayangi identitas diri yang sekarang, seolah menuntut pertanggungjawaban atau menimbulkan kerinduan.

3 days ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476428/original/039242600_1768749440-Miss_0.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476420/original/079349500_1768748761-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_19.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3018588/original/008255000_1578657461-IMG_20200110_132629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476249/original/074056300_1768721274-Gigi_Perez_perform_di_atas_panggung__IG_gigi4perez_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5056184/original/008915700_1734509774-Andrew_Susanto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439170/original/011580500_1765351897-WhatsApp_Image_2025-12-10_at_14.22.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476382/original/075734800_1768738348-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_19.01.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2942211/original/004663700_1571314631-WhatsApp_Image_2019-10-17_at_19.13.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476345/original/089000700_1768730768-happiest_yahya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474631/original/041319900_1768498974-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_00.16.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476339/original/034510100_1768729257-Screenshot_2026-01-18_163816.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476284/original/028140900_1768724991-Cover___Lead__18_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476288/original/089608300_1768725077-unnamed-33.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474964/original/099569300_1768545259-Surat_untuk_Masa_Mudaku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829166/original/017053000_1715494474-kisah_nyata_spesial.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390142/original/027974000_1761232668-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_19.52.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·