Krisis Identitas Manchester United: Setan Merah Harus Keluar dari Bayang-bayang Sir Alex Ferguson?

2 days ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Mantan striker Premier League, Troy Deeney, melontarkan kritik keras terhadap kondisi Manchester United yang dinilainya telah kehilangan arah dan identitas sebagai klub elite.

Dalam kolom opininya di The Sun, Deeney menyoroti bagaimana klub yang dulu menjadi simbol dominasi sepak bola Inggris kini berubah menjadi bahan ejekan, terutama bagi generasi muda penggemar sepak bola.

“Saya sudah benar-benar muak dengan Manchester United. Klub yang dulu dianggap terbesar di Inggris, bahkan dunia, sekarang justru menjadi bahan tertawaan. Untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun, United itu lelucon,” tulis Deeney, menggambarkan betapa drastisnya penurunan wibawa Setan Merah.

Deeney menilai kemerosotan United bukan sekadar soal hasil di lapangan, melainkan kesalahan struktural yang terus diulang sejak kepergian Sir Alex Ferguson. Menurutnya, klub gagal memutus bayang-bayang masa lalu, sesuatu yang berhasil dilakukan Arsenal saat berpisah dengan Arsene Wenger.

“Ferguson adalah manajer terbaik sepanjang masa, tapi apa yang dilakukan orang-orang United dengan terus membungkuk kepadanya? Dia tidak bekerja di sana lagi, tidak terlibat dalam operasional harian klub,” kritik Deeney, menyoroti bagaimana legenda klub masih terus dijadikan rujukan berlebihan.

Sindiran Deeney

Deeney bahkan menyindir kebiasaan petinggi klub yang seolah meminta restu Ferguson dalam pengambilan keputusan, sesuatu yang dinilainya merusak wibawa manajemen di mata pemain. Deeney menegaskan bahwa pemain tidak akan menghormati struktur klub yang terlihat ragu dan tidak mandiri.

Masalah utama, menurut Deeney, justru berada di level tertinggi manajemen. Setelah lama menyalahkan keluarga Glazer, harapan sempat muncul dengan masuknya Sir Jim Ratcliffe. Namun, ekspektasi itu dinilai gagal terpenuhi akibat keputusan-keputusan yang ceroboh dan tidak konsisten.

“Manchester United seharusnya menjadi yang terbaik di kelasnya, tapi mereka sudah lama tidak bertindak seperti itu, baik di dalam maupun luar lapangan,” tulis Deeney, menyindir proses perekrutan eksekutif yang dinilainya jauh dari kata visioner.

Kekecewaan Deeney

Puncak kekecewaan Deeney tertuju pada keputusan klub menyingkirkan Dan Ashworth, sosok yang menurutnya memiliki rekam jejak jelas dalam membangun struktur sepak bola modern. Ashworth dianggap sebagai figur yang justru paling dibutuhkan United untuk membongkar sistem lama yang sudah tidak berfungsi.

“United butuh seseorang seperti Ashworth untuk merobek struktur mereka dan membangun ulang. Tapi tidak, karena ada sedikit perbedaan pendapat, dia disingkirkan. Ini klub yang takut pada perubahan,” tegas Deeney.

Situasi ini berdampak langsung pada kekacauan di kursi manajer. Dari Erik ten Hag hingga penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih sementara, Deeney menilai para pelatih hanya dijadikan kambing hitam atas kegagalan sistemik yang diciptakan para petinggi klub.

Pada akhirnya, Deeney melontarkan satu pertanyaan mendasar: bukti apa yang dimiliki publik untuk percaya bahwa model kepemilikan dan direktur sepak bola Manchester United saat ini mampu membawa klub kembali ke puncak? Hingga pertanyaan itu terjawab, krisis identitas di Old Trafford tampaknya masih akan berlanjut.

Sumber: The Sun

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Lanjut Baca:

Hasil Nottingham Forest vs Arsenal: Tanpa Gol di The City Ground Stadium

Read Entire Article