Liputan6.com, Jakarta - Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan kondisi kesehatan umum yang memengaruhi jutaan orang setiap tahun. Kondisi ini terjadi ketika organ dalam saluran kemih seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra mengalami infeksi, seringkali disebabkan oleh aktivitas bakteri. Dalam dunia medis, klasifikasi penyakit menggunakan sistem Kode ICD-10 (International Classification of Diseases, Tenth Revision) yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO). Sistem ini menjadi instrumen standar global untuk mengklasifikasikan dan mendokumentasikan berbagai penyakit serta kondisi kesehatan, termasuk ISK.
Di Indonesia, adaptasi sistem ini juga krusial untuk proses klaim jaminan kesehatan dan klasifikasi penyakit. Penggunaan Kode ICD 10 ISK untuk diagnosis Infeksi Saluran Kemih yang akurat sangat vital bagi profesional kesehatan. Kode-kode ini tidak hanya mendukung diagnosis dan perawatan yang tepat, tetapi juga berperan penting dalam penagihan medis, pengumpulan data epidemiologi, serta riset medis. Dengan demikian, komunikasi antar tenaga medis dapat berjalan seragam dan aman, memastikan pasien menerima penanganan terbaik. Berikut ulasan lengkapnya yang menarik disimak.
Kode ICD-10 dan Urgensinya dalam Diagnosis ISK
Kode ICD-10, atau International Classification of Diseases, Tenth Revision, adalah sistem klasifikasi penyakit yang diakui secara internasional. Sistem ini berfungsi sebagai alat standar untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan berbagai kondisi kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Kemih (ISK). Dikembangkan oleh World Health Organization (WHO), ICD-10 memastikan adanya bahasa medis yang seragam di seluruh dunia.
Penerapan Kode ICD 10 ISK untuk diagnosis Infeksi Saluran Kemih memiliki peran sentral dalam praktik medis modern. Kode-kode ini bukan sekadar identifikasi, melainkan fondasi bagi diagnosis yang presisi, perencanaan perawatan yang efektif, dan proses penagihan medis yang akuntabel. Di Indonesia, sistem klaim jaminan kesehatan juga sangat bergantung pada akurasi kode ini untuk klasifikasi penyakit dan tindakan medis.
Keakuratan dalam penggunaan kode ICD-10 sangat penting untuk berbagai aspek. Mulai dari memudahkan komunikasi antar profesional kesehatan, mendukung pengumpulan data untuk penelitian dan perencanaan kesehatan masyarakat, hingga memastikan kelancaran pembayaran klaim asuransi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang kode-kode ini menjadi keharusan bagi setiap praktisi kesehatan.
Kode ICD-10 Umum untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Dalam diagnosis Infeksi Saluran Kemih, terdapat beberapa kode ICD-10 umum yang sering digunakan. Salah satu yang paling sering ditemui adalah N39.0 - Infeksi saluran kemih, lokasi tidak ditentukan (Urinary tract infection, site not specified). Kode khusus ini digunakan ketika pasien menunjukkan gejala umum infeksi saluran kemih, tetapi lokasi infeksi yang tepat tidak ditentukan. N39.0 mewakili kode klasifikasi untuk infeksi saluran kemih tanpa lokasi anatomi spesifik dalam sistem kemih.
Kode N39.0 adalah kode diagnosis yang dapat ditagih dan tetap menjadi kode ICD-10-CM resmi pada tahun 2025, berlaku mulai 1 Oktober 2024. Penggunaannya sesuai untuk kasus ISK umum yang tidak memiliki dokumentasi lokasi spesifik, infeksi yang dikonfirmasi laboratorium tanpa diagnosis lokasi yang jelas, atau gejala saluran kemih umum dengan hasil kultur positif. Ini menjadi kode penting saat informasi detail lokasi belum tersedia.
Selain itu, terdapat kode N39.9 - Gangguan sistem perkemihan, tidak spesifik (Disorder of urinary system, unspecified). Kode ini merupakan gambaran umum untuk gangguan sistem perkemihan yang tidak ditentukan yang mencakup berbagai kondisi, termasuk ISK, apabila informasi yang lebih spesifik tidak tersedia. Penting bagi tenaga medis untuk selalu berusaha mendapatkan informasi paling spesifik guna menggunakan kode yang paling akurat.
Kode ICD-10 Spesifik untuk Sistitis (Infeksi Kandung Kemih)
Sistitis adalah jenis Infeksi Saluran Kemih yang secara khusus memengaruhi kandung kemih, menyebabkan peradangan dan ketidaknyamanan. Beberapa kode ICD-10 secara spesifik mengidentifikasi kondisi ini. Misalnya, N30.00 - Sistitis akut tanpa hematuria digunakan ketika pasien mengalami gejala seperti urgensi, disuria, dan frekuensi buang air kecil, dengan hasil laboratorium menunjukkan sistitis tanpa adanya darah dalam urin.
Apabila sistitis akut disertai dengan adanya darah dalam urin, kode yang digunakan adalah N30.01 - Sistitis akut dengan hematuria. Hematuria, atau keberadaan darah dalam urin, sering menjadi indikator ISK yang lebih parah. Penggunaan kode yang tepat ini sangat membantu dalam membedakan tingkat keparahan dan penanganan yang sesuai.
Untuk kondisi sistitis kronis, kode-kode yang relevan meliputi N30.10 - Sistitis interstisial (kronis) tanpa hematuria dan N30.11 - Sistitis interstisial (kronis) dengan hematuria. Selain itu, terdapat N30.20 - Sistitis lainnya, kronis, tanpa hematuria dan N30.21 - Sistitis lainnya, kronis, dengan hematuria. Kode N30.90 - Sistitis, tidak spesifik, tanpa hematuria dan N30.91 - Sistitis, tidak spesifik, dengan hematuria digunakan ketika detail lebih lanjut tidak tersedia.

3 weeks ago
15
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5173165/original/064956400_1742817378-portrait-smiling-korean-couple-gray-studio-background_155003-16552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475941/original/080465900_1768701346-vit_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Sanya, Pantai, Rusia dan Motor Listrik](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/ISiI1KYozqR3l02iEh_ZS1lxvTc=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476942/original/094375300_1768803786-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_12.11.19_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475603/original/012255900_1768632585-budi_kusta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5476763/original/073671700_1768797961-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_11.40.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476247/original/048591400_1768720640-grooming.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476271/original/086422600_1768722671-grooming_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704958/original/079413100_1547609204-shutterstock_1075628237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5476713/original/009189600_1768795926-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_11.08.44_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476591/original/017873400_1768792124-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.05.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452448/original/040555200_1766400118-Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475667/original/021958400_1768638501-pelanggaran_hak_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474543/original/028370600_1768484456-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.59.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875110/original/018653800_1719377744-IMG_2886.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475432/original/038112800_1768615917-lansia_sembelit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393151/original/045077400_1761544110-IMG-20251027-WA0016.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876580/original/060174300_1719475554-WhatsApp_Image_2024-06-27_at_14.43.12_5b0bb18e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418879/original/056478600_1763631339-realme_c85_series.jpeg)

English (US) ·