Chelsea Perlu Cari Kiper Baru jika Ingin Sukses di Era Liam Rosenior

3 days ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea memasuki era baru bersama Liam Rosenior dengan harapan besar dan pendekatan bermain yang berani dari lini belakang. Harapan itu sempat muncul saat menang 5-1 atas Charlton Athletic di Piala FA pada laga debut sang pelatih.

Akan tetapi, realitas berbeda muncul ketika tim London Barat itu kalah 2-3 dari Arsenal pada leg pertama semifinal Carabao Cup. Kekalahan itu memperlihatkan jarak kualitas sekaligus risiko besar dari gaya bermain yang diterapkan.

Chelsea tampil pincang akibat cedera, sakit, dan skorsing, tetapi mereka tetap beruntung hanya tertinggal satu gol. Arsenal mencatat 3,2 expected goals berbanding 0,7 milik tuan rumah, sementara dua gol Alejandro Garnacho menjaga peluang tetap hidup.

Risiko Build-up dari Belakang

Pertandingan kandang pertama Rosenior berjalan pahit sejak awal laga. Ben White membuka skor melalui sundulan setelah Robert Sanchez gagal mengantisipasi sepak pojok Declan Rice.

Kesalahan serupa terjadi pada gol kedua Arsenal ketika umpan silang sederhana lolos dari tangkapan Sanchez. Viktor Gyokeres dengan mudah menuntaskan peluang dari jarak dekat tanpa pengawalan berarti.

Sanchez tidak banyak bisa berbuat pada gol ketiga Martin Zubimendi, tetapi performa keseluruhan sang kiper menjadi catatan serius. Ia terlihat tidak nyaman memainkan bola pendek di bawah tekanan intens.

Di bawah Enzo Maresca, Sanchez tampil lebih stabil ketika distribusi bola dari belakang diminimalkan. Pendekatan itu juga meredam kecemasan publik Stamford Bridge yang kerap menular ke pemain.

Solusi untuk Filosofi Rosenior

Rosenior kembali ke pola build-up berisiko tinggi saat menghadapi Arsenal. Pendekatan ini menciptakan tekanan tambahan melawan salah satu unit pressing terbaik di dunia.

Setelah laga, Rosenior mengambil tanggung jawab atas kesalahan anak asuhnya. “Saya meminta Rob melakukan hal-hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, dan itu tanggung jawab saya,” ujar Rosenior.

Ia juga menegaskan komitmen melindungi pemainnya dari kritik berlebihan. “Jika ia membuat kesalahan karena mengikuti instruksi saya, itu sepenuhnya kesalahan saya,” ucapnya.

Rosenior percaya Sanchez dapat berkembang seiring waktu dan pemahaman taktik yang lebih baik. Ia menilai ada banyak momen positif meski hasil akhir mengecewakan.

Namun, jika filosofi ini terus dipertahankan, Chelsea memerlukan kiper baru yang lebih nyaman menguasai bola di bawah tekanan. Rekrutmen penjaga gawang dengan kemampuan distribusi elite menjadi langkah krusial agar proyek Rosenior tidak terhambat di sisa musim ini.

Sumber: Football Transfers

Lanjut Baca:

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Menjauh di Puncak, Manchester United Terlempar dari 5 Besar

Read Entire Article