Cerita Tim Musikal Perahu Kertas, Angkat Cerita Novel ke Panggung Sekaligus Jaga Visi Dewi Lestari

2 weeks ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Kisah Kugy dan Keenan dalam novel Perahu Kertas yang ditulis oleh Dewi Lestari atau Dewi Dee, akan kembali hidup dalam medium baru: teater musikal. Pertunjukannya akan dihelat pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

Mengadaptasi sebuah cerita populer yang sudah lekat di benak penggemarnya dalam waktu yang sangat panjang, jelas menjadi satu tantangan tersendiri. Apalagi, penulisnya adalah sosok yang sangat dikenal di dunia literasi Tanah Air. 

"Pertama kali dikabarin buat (Musikal Perahu Kertas), memang sudah mendapat restu yang akan menulis adalah saya. Yang mana membuat saya makin deg-degan, karena saya sangat mengidolakan Bu Dewi," kata Widya Arifianti, penulis naskah Musikal Perahu Kertas, saat berkunjung ke kantor KLY Universe Jakarta, baru-baru ini. 

Sosok yang juga merupakan penulis naskah film animasi Jumbo ini menyebut, ia bahkan sudah membaca novelnya sejak usia remaja. 

"Yang saya senang dari Bu Dew ini adalah ia orang yang pikirannya paling keren tapi at the same time dia rendah hati. Ia memberikan koridor dan ruangan yang luas bagi kita eksplorasi, sebesar-besarnya. Tapi memang karena kami mengagumi beliau, kami dan komposer selalu menjaga agar (Musikal Perahu Kertas) tidak keluar dari apa yang dimaksudkan Bu Dew dari awal," kata Widya. 

Maudy Ayunda menutup konser tersebut dengan sebuah tembang berjudul "Perahu Kertas" & "Kejar Mimpi" yang cukup sesuai dengan tema Kongres Diaspora Keempat ini

Proses yang Berlangsung Cair

Widya menjelaskan selama proses penyusunan naskah, tim musikal berulang kali sowan pada Dewi Lestari untuk menjaga visi musikal ini sekaligus mengeksplorasi sisi di balik novel Perahu Kertas.

"Bahkan dari awal, setelah mengumpulkan tim, kita memang pertama kali sowan ke rumah Bu Dewi. Kami bahkan bertanya dari mana sih idenya Perahu Kertas, bahwa Bu Dewi menulisnya waktu masih SMA dan kemudian berkembang ditulis menjadi novel Perahu Kertas dalam 55 hari. Kita juga bertanya apa yang ingin Bu Dew jaga," tuturnya.

Setiap pembaruan draft naskah tim Musikal Perahu Kertas juga kembali mengunjungi Dewi Lestari dan meminta pendapatnya. Sang penulis juga ikut hadir dalam proses reading bersama dengan pemain. "Prosesnya sangat cair, santai, jadi senang banget," kata dia.

Halaman berikutnya

Mengingat novel Perahu Kertas diterbitkan tahun 2009, apakah ada kemungkinan konten atau karakter di dalamnya disesuaikan dengan era zaman sekarang? "Pada saat Perahu Kertas pertama kali rilis, elemen tahun 80's sangat kuat sekali, karena menjadi pop culture pada saat itu. Dan Bu Dew sengaja memasukkan hal itu sebagai unsur quirky-nya Kugy dan Keenan. Tapi ketika diadaptasi ke masa sekarang, kita berusaha untuk tidak terlalu terikat ke tahun tertentu, tapi berusaha untuk fokus pada apa sih isu-isu anak muda yang dialami hari ini. Jadi bukan pop culture-nya," kata Widya.  Ternyata, benang merah yang mengikat anak muda masa kini dengan era terdahulu, adalah tentang mimpi.  "In this economy, di mana bermimpi kita kadang masih mikir-mikir. Dan ternyata 'Oh itu masih relevan ya dari dulu sampai sekarang.' Betapa zaman semakin susah... Walau teknologi meningkat dan berkembang pesat, tantangan itu semakin ada," tuturnya. 

Read Entire Article