Liputan6.com, Jakarta - Daun sirih sudah lama dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang digunakan masyarakat untuk menjaga kebersihan area kewanitaan. Kandungan antiseptik, antibakteri, dan antijamur di dalamnya membuat daun sirih menjadi pilihan populer untuk membantu meredakan keluhan keputihan ringan. Namun, cara membuat air rebusan dan menggunakannya tidak boleh sembarangan agar tetap aman bagi kesehatan.
Menurut dokter Danang Ardiyanto, MKM, dari UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, daun sirih memang masih relevan sebagai herbal pendukung. Meski begitu, penggunaannya harus tetap mengikuti aturan medis.
"Daun sirih banyak dipakai karena kandungan eugenol dan flavonoidnya dapat membantu menekan pertumbuhan jamur atau bakteri penyebab keputihan," ujar Danang kepada Health Liputan6.com, Senin, 8 November 2025.
Danang menegaskan bahwa penggunaan herbal, termasuk daun sirih, tidak boleh menggantikan pemeriksaan medis.
Terutama jika keputihan disertai gejala berat seperti bau tidak sedap, perubahan warna, gatal parah, hingga nyeri pada perut bawah.
"Herbal hanyalah pendukung. Kalau dalam tiga sampai tujuh hari keluhan tidak membaik, atau justru semakin parah, itu tanda perlu diperiksa. Jangan menunda karena infeksi bisa berkembang," tambahnya.
Cara Membuat Air Rebusan Daun Sirih yang Aman
Untuk gejala ringan, air rebusan daun sirih dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman. Namun, cara membuat air rebusan harus benar agar tidak memicu iritasi.
Metode paling aman dalam memanfaatkan daun sirih adalah menggunakannya sebagai air rebusan untuk membasuh bagian luar area kewanitaan. Berikut langkah pengolahannya:
- Siapkan tujuh sampai 10 lembar daun sirih segar.
- Rebus dengan tiga hingga empat gelas air bersih.
- Masak hingga air menyusut sedikit dan warnanya berubah kehijauan.
- Saring air rebusan.
- Diamkan hingga hangat sebelum digunakan.
Menurut Danang, metode sederhana ini cukup efektif bila dilakukan dengan benar. "Yang penting adalah tidak menggunakan air rebusan sirih untuk douching atau memasukkan cairan ke dalam vagina. Itu bisa mengganggu flora baik dan justru memicu iritasi," katanya.
Perhatikan Reaksi Kulit Setelah Gunakan Air Rebusan Daun Sirih
Air rebusan daun sirih dapat digunakan dua hingga tiga kali seminggu. Pemakaian berlebihan tidak dianjurkan karena dapat mengurangi bakteri baik yang berfungsi melindungi area kewanitaan.
Meskipun dianggap alami, penggunaan air rebusan daun sirih tetap memiliki risiko bila tidak cocok dengan kulit. Pengguna perlu memperhatikan reaksi setelah pemakaian. Bila muncul rasa perih, kemerahan, atau gatal berlebihan, sebaiknya hentikan penggunaan.
"Setiap orang bisa memiliki sensitivitas kulit yang berbeda. Bila timbul iritasi, sebaiknya hentikan dulu dan konsultasikan," kata Danang.
Setelah membasuh, area kewanitaan cukup dikeringkan dengan handuk yang lembut tanpa menggosok terlalu keras.
Selain itu, menjaga kebersihan diri, memilih pakaian dalam berbahan katun, serta menghindari kondisi lembap juga penting untuk mencegah keputihan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Air rebusan daun sirih hanya membantu mengurangi gejala keputihan ringan. Jika keputihan berbau menyengat, berwarna kuning-hijau, menggumpal seperti susu basi, atau disertai nyeri, itu tanda infeksi yang harus ditangani tenaga medis.
Terutama bagi ibu hamil, penggunaan herbal harus lebih berhati-hati. Pemeriksaan ke tenaga kesehatan tetap menjadi langkah utama.
Dengan cara pengolahan yang tepat dan pemahaman yang benar, air rebusan daun sirih dapat menjadi alternatif alami untuk membantu meredakan keluhan keputihan tanpa mengabaikan aspek kesehatan reproduksi.

1 month ago
10
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5173165/original/064956400_1742817378-portrait-smiling-korean-couple-gray-studio-background_155003-16552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475941/original/080465900_1768701346-vit_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Sanya, Pantai, Rusia dan Motor Listrik](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/ISiI1KYozqR3l02iEh_ZS1lxvTc=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476942/original/094375300_1768803786-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_12.11.19_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475603/original/012255900_1768632585-budi_kusta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5476763/original/073671700_1768797961-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_11.40.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476247/original/048591400_1768720640-grooming.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476271/original/086422600_1768722671-grooming_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704958/original/079413100_1547609204-shutterstock_1075628237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5476713/original/009189600_1768795926-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_11.08.44_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476591/original/017873400_1768792124-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.05.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452448/original/040555200_1766400118-Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475667/original/021958400_1768638501-pelanggaran_hak_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474543/original/028370600_1768484456-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.59.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875110/original/018653800_1719377744-IMG_2886.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475432/original/038112800_1768615917-lansia_sembelit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393151/original/045077400_1761544110-IMG-20251027-WA0016.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876580/original/060174300_1719475554-WhatsApp_Image_2024-06-27_at_14.43.12_5b0bb18e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418879/original/056478600_1763631339-realme_c85_series.jpeg)

English (US) ·