Liputan6.com, Jakarta - Aurelie Moeremans membuat langkah berani dengan membuka kisah pahit masa lalunya ke publik melalui buku Broken Strings. Dalam buku tersebut, aktris yang dikenal lewat film Kutukan Cakar Monyet itu mengungkap pengalamannya sebagai korban grooming, yakni kondisi ketika seorang anak berada di bawah manipulasi orang yang jauh lebih dewasa.
Keputusan ini menjadi titik penting dalam perjalanan Aurelie untuk bersuara tentang pengalaman yang selama bertahun-tahun ia pendam. Melalui unggahan di Instagram pada 3 Januari 2026, Aurelie menegaskan bahwa Broken Strings ditulis berdasarkan kisah nyata hidupnya.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie.
Ia menambahkan, buku tersebut mengisahkan manipulasi, kontrol, serta proses perlahan belajar menyelamatkan diri sendiri, yang ditulis tanpa romantisasi dan dari sudut pandang korban.
Langkah Aurelie menuai apresiasi luas dari warganet, terlebih karena tidak mudah membuka kembali luka lama. Di tengah respons positif tersebut, Aurelie juga menyinggung bahwa saat ini ia merasa bersyukur melihat perubahan cara pandang masyarakat Indonesia terhadap isu grooming.
Pernyataan itu ia sampaikan lewat unggahan Instagram, yang nantinya ia bahas lebih jauh sebagai refleksi atas perjalanan pribadi dan perubahan sosial yang ia rasakan.
Aurelie Moeremans dan Tyler Bigenho baru saja menggelar pesta pernikahan berkonsep intimate di Amerika Serikat. Dua sejoli ini menggelar resepsi pernikahan yang sukses menunjukkan kehangatan dan ketulusan cinta keduanya. Simak selengkapnya dalam Fime...
Refleksi Aurelie Soal Perubahan Cara Pandang Masyarakat
Melalui Instagram Story, Aurelie Moeremans membagikan refleksi panjang tentang perubahan yang ia rasakan di Indonesia. Ia membuka pernyataannya dengan nada penuh rasa syukur.
“Aku bersyukur dan senang banget lihat bagaimana Indonesia sudah berkembang,” tulis Aurelie. Ia mengaku perbedaan itu sangat terasa jika dibandingkan dengan masa-masa awal dirinya berani bersuara di ruang publik.
>Aurelie kemudian mengenang pengalaman saat masih muda dan pertama kali mencoba menyampaikan pendapat. Menurutnya, respons masyarakat kala itu jauh berbeda dengan sekarang.
“Waktu aku masih sangat muda dan pertama kali coba speak up, respons masyarakat jauh berbeda dengan sekarang. Dulu, suara korban sering tenggelam, disalahkan, atau dipelintir. Banyak hal penting justru luput dari perhatian,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Lanjut baca
Kini, Aurelie melihat perubahan yang menurutnya nyata dan penting. “Hari ini, aku melihat perubahan itu. Lebih banyak kesadaran tentang grooming. Lebih paham soal relasi kuasa. Lebih banyak empati, lebih sedikit penghakiman,” lanjut Aurelie. Ia menegaskan, meski perjalanan menuju kondisi yang lebih aman tidak singkat, perubahan tersebut patut disyukuri. “Kalau hari ini kamu merasa sedikit lebih aman untuk bersuara, berarti kita sedang berjalan ke arah yang benar,” tutupnya.

6 days ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474631/original/041319900_1768498974-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_00.16.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476339/original/034510100_1768729257-Screenshot_2026-01-18_163816.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476284/original/028140900_1768724991-Cover___Lead__18_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476288/original/089608300_1768725077-unnamed-33.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474964/original/099569300_1768545259-Surat_untuk_Masa_Mudaku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829166/original/017053000_1715494474-kisah_nyata_spesial.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390142/original/027974000_1761232668-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_19.52.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474124/original/090605900_1768466863-spring-fever-1-2__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5305258/original/034241400_1754301493-IMG_5635.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475975/original/028157700_1768703582-ClipDown.com_503099519_1499371644380806_2596978927685153136_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475631/original/089882600_1768633977-Screenshot_2026-01-17_140501.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475620/original/050329400_1768633367-ClipDown.com_618284823_18551268316005597_1132545939733196346_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475846/original/062910300_1768663946-Slate_2026_-_CRM_PN_996x664.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475873/original/024541600_1768667976-Guang_Liang_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475861/original/027353300_1768665418-Tolong_Saya_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475857/original/059236100_1768664862-ClipDown.com_491081183_18495697663032105_5654897960803252286_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·