Bayi Prematur Berisiko Lebih Tinggi Terinfeksi RSV, Dokter Neonatologi Ungkap Alasannya

1 month ago 13
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta Bayi prematur menghadapi tantangan kesehatan yang jauh lebih besar karena mereka lahir sebelum waktunya. 

Menurut dokter spesialis anak subspesialis neonatologi Rinawati Rohsiswatmo, bayi prematur bukan sekadar soal ukuran tubuh yang kecil tetapi tentang usia kehamilan yang belum mencapai 37 minggu. 

Di Indonesia, ada bayi yang lahir pada usia 24 minggu dengan berat sekitar 400 gram. Pada usia tersebut, organ tubuh mereka belum matang dan belum siap berfungsi secara optimal di luar kandungan.

“Bayangkan, dia lahir 24 minggu. Matanya juga belum bisa buka. Kecil sekali. Jadi organnya belum matang,” jelasnya dalam sesi edukasi bersama AstraZeneca Indonesia bertajuk “Kenali RSV, Selamatkan Bayi Berisiko Tinggi,” Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Paru-paru menjadi salah satu organ yang paling rentan. Selain itu, ginjal, usus, hingga seluruh sistem tubuh juga belum berkembang sempurna. 

Kondisi ini membuat bayi prematur lebih mudah mengalami kerusakan organ dan infeksi. Kekebalan tubuh mereka juga sangat rendah, bahkan lebih rentan dibandingkan bayi cukup bulan.

Ancaman Nyata RSV pada Bayi Prematur

RSV atau Respiratory Syncytial Virus masih menjadi ancaman serius bagi bayi prematur di Indonesia. Virus ini adalah penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah, berkontribusi pada 60–80% kasus bronkiolitis dan 30% pneumonia pada bayi dan anak-anak di dunia.

Setiap tahun, lebih dari 675.000 bayi lahir prematur di Indonesia, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-5 dengan jumlah kelahiran prematur tertinggi di dunia. Karena lahir sebelum waktunya, bayi prematur belum sempat menerima transfer antibodi pelindung dari ibu secara optimal.

“Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi karena paru-parunya belum berkembang sempurna. Selain itu, bayi prematur juga belum sempat menerima transfer antibodi pelindung dari ibunya secara optimal selama masa kehamilan, sehingga sistem kekebalan tubuh mereka masih sangat lemah,” ujar Rina.

Dibandingkan bayi cukup bulan, bayi prematur memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar untuk dirawat di rumah sakit akibat infeksi RSV pada tahun pertama kehidupan. Infeksi ini sering berkembang lebih cepat dan dapat membutuhkan perawatan intensif yang lebih lama.

Penularan RSV Sangat Mudah Terjadi di Rumah

Risiko penularan RSV pada bayi prematur bisa datang dari siapa saja di lingkungan terdekat. Rina menjelaskan, penularan bisa terjadi dari anggota keluarga yang tidak terlihat sakit parah. 

“Sekarang itu bisa saja dapat dari bapaknya pulang dari kantor, atau kakaknya pulang dari sekolah. Dia kan pulang ke rumah, dekat-dekat sama adiknya yang memang terlahir prematur, nah itu celaka,” tegasnya.

Pada tahap awal, infeksi RSV sering tampak seperti flu biasa, yaitu pilek, bersin, atau hidung tersumbat. Namun, pada bayi berisiko tinggi seperti bayi prematur, gejala dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius. Bila tidak ditangani, risiko terburuknya adalah kehilangan nyawa. 

“Kalau dia tidak ditangani, kalau ditangani sih bisa, tapi biasanya harus dirawat di rumah sakit, kalau dia terkena di bawah 1 tahun, itu masuk ke ICU ya, ICU itu sangat-sangat mahal,” lanjutnya.

Peran Orangtua Sangat Penting

Orangtua memiliki peran besar dalam menjaga bayi prematur agar tetap sehat. Mencegah infeksi berarti memberi kesempatan bagi bayi untuk bernapas lebih lega dan tumbuh lebih kuat.

Selain imunisasi pasif seperti pemberian antibodi monoklonal Palivizumab, Rina juga menekankan pentingnya langkah pencegahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Orangtua juga harus melakukan langkah-langkah sederhana untuk mencegah bayi prematur terpapar RSV. Upaya tersebut diantaranya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik, serta membatasi aktivitas di tempat ramai,” tambahnya.

Read Entire Article