Apakah Minum Obat Hipertensi Menyebabkan Gagal Ginjal: Mitos atau Fakta

3 weeks ago 15
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Beredar anggapan di tengah masyarakat bahwa minum obat hipertensi secara rutin justru dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

Terkait hal ini, dokter spesialis penyakit dalam Fenny Elvina Ridho dari RS EMC Cikarang, menjelaskan, ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan serta tekanan darah.

Tekanan darah yang terlalu tinggi dalam jangka panjang justru dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan ini menyebabkan kemampuan ginjal menyaring darah menurun, yang lama-kelamaan dapat berujung pada penyakit ginjal kronis hingga gagal ginjal.

"Dengan kata lain, hipertensi yang tidak terkontrol adalah salah satu penyebab utama gagal ginjal, bukan obatnya," kata Fenny mengutip laman EMC pada Jumat, 26 Desember 2025.

Secara umum, obat hipertensi yang diresepkan dokter aman untuk ginjal dan bahkan berperan dalam melindungi fungsi ginjal, terutama jika digunakan sesuai anjuran medis. Beberapa poin penting yang perlu dipahami antara lain:

  • Obat hipertensi atau darah tinggi seperti Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan Angiotensin II Receptor Blockers (ARB) memiliki efek protektif terhadap ginjal. Khususnya pada pasien dengan diabetes atau penyakit ginjal kronis tahap awal.
  • Peningkatan ringan kreatinin di awal pengobatan dapat terjadi dan sering disalahartikan sebagai kerusakan ginjal.
  • Perubahan ini umumnya bersifat sementara dan menandakan obat sedang bekerja menurunkan tekanan di pembuluh darah ginjal.
  • Dengan pemantauan fungsi ginjal secara rutin, penggunaan obat hipertensi tetap aman dan tidak membahayakan ginjal.

Kesalahpahaman tentang Pasien Hipertensi Alami Gagal Ginjal

Kesalahpahaman sering muncul karena banyak pasien hipertensi baru terdiagnosis saat ginjalnya sudah mengalami kerusakan.

Hipertensi dikenal sebagai 'silent killer' atau pembunuh dalam senyap karena sering tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, pasien datang berobat dalam kondisi tekanan darah sudah tinggi bertahun-tahun dan kerusakan organ, termasuk ginjal, telah terjadi.

Saat pasien mulai minum obat, kemudian diketahui fungsi ginjal menurun, obat hipertensi sering disalahkan. Padahal, kerusakan ginjal tersebut terjadi akibat hipertensi yang lama tidak terkontrol, bukan karena obatnya.

Risiko Gagal Ginjal Justru Meningkat Jika Obat Dihentikan

Menghentikan obat hipertensi tanpa anjuran dokter dapat menimbulkan berbagai risiko serius, antara lain:

  • Tekanan darah kembali tidak terkontrol, sehingga mempercepat kerusakan ginjal.
  • Meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, seperti stroke, serangan jantung, dan gagal jantung.
  • Pasien yang tidak patuh mengonsumsi obat hipertensi terbukti memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih besar dibandingkan pasien yang rutin minum obat dan melakukan kontrol kesehatan secara teratur.

Penggunaan Obat Harus Disertai Pemantauan

Meskipun aman, obat hipertensi tetap harus digunakan sesuai anjuran dokter. Pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), serta elektrolit darah perlu dilakukan secara berkala, terutama pada pasien usia lanjut atau yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes.

Penyesuaian dosis atau jenis obat dapat dilakukan bila diperlukan. Inilah pentingnya kontrol rutin dan komunikasi terbuka antara pasien dan dokter.

Selain hipertensi, terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempercepat kerusakan ginjal, antara lain:

  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Konsumsi obat nyeri tertentu secara berlebihan (NSAID)
  • Kurang minum air putih
  • Infeksi ginjal berulang
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan konsumsi garam berlebih
  • Sering kali faktor-faktor ini tidak disadari pasien dan justru dikaitkan dengan obat hipertensi.

“Anggapan bahwa minum rutin obat hipertensi menyebabkan gagal ginjal adalah mitos yang perlu diluruskan. Justru sebaliknya, obat hipertensi berperan penting dalam melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut akibat tekanan darah tinggi,” kata Fenny.

Gagal ginjal lebih sering terjadi karena hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang, keterlambatan diagnosis, dan kurangnya kepatuhan berobat. Oleh karena itu, pasien hipertensi dianjurkan untuk minum obat secara teratur, menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan kontrol rutin sesuai anjuran dokter.

Read Entire Article