Jadi intinya...
- Didi Kempot sukses mempopulerkan musik Jawa tradisional ke generasi modern.
- Didi Kempot beragama Islam sejak 1997, dibuktikan oleh Gus Miftah dan pemakamannya.
- Karier Didi Kempot berawal dari jalanan, menjadi maestro campur sari, dan menginspirasi musisi muda.
Liputan6.com, Jakarta - Didi Kempot merupakan salah satu nama besar dalam industri musik Tanah Air. Almarhum dikenal sebagai sosok yang berhasil menjembatani musik tradisional Jawa dengan selera generasi modern. Karena kepopulerannya ini, sosoknya kemudian memantik ketertarikan publik terhadap penyanyi kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 tersebut.
Selain lagu-lagu patah hatinya yang melegenda, perjalanan hidupnya juga memicu penasaran warganet. Tak sedikit yang penasaran dengan perjalanan berlikunya, mulai dari panggung sederhana hingga konser megah, termasuk kehidupan pribadi di ranah agama.
Lantas apa agama yang dianut oleh sosok legendaris tersebut? Untuk mengetahui ini, simak informasi selengkapnya tenyang perjalanan hidup Didi Kempot yang berhasil membuktikan bahwa musik lokal bisa naik kelas di kancah nasional, dirangkum Selasa (13/1).
Apa Agama Didi Kempot?
Perhatian publik sebelumnya sempat mencuat saat dirinya diberitakan meninggal dunia akibat permasalahan jantung pada 2020 lalu. Apalagi, penyanyi dengan nama asli Didik Prasetyo itu berpulang saat namanya tengah berada di atas puncak kariernya.
Lalu, apakah kepercayaan yang dipeluk oleh Didi Kempot? Agama Didi Kempot diketahui adalah Islam. Informasi ini disampaikan langsung oleh Gus Miftah di kanal Youtube Deddy Corbuzier. Menurutnya, Didi Kempot sudah memeluk ajaran Islam sejak tahun 1997 silam. Saat itu, Didi mengucapkan syahadat saat menikah dengan sang istri.
"Beliau sejak 1997 sudah memeluk Agama Islam, karena menikah," kata Gus Miftah pada 2020 lalu, dikutip Liputan6.
Adapun, dalam berbagai kesempatan, Didi Kempot memang dikenal tidak pernah menonjolkan identitas agama secara berlebihan di ruang publik. Namun, sikap hidupnya mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama, yang menjadi bagian penting dari prinsip keimanan yang ia jalani.
Saat Meninggal Dunia Disalatkan
Ketika Didi Kempot wafat, prosesi pemakaman berlangsung sesuai tata cara Islam. Jenazahnya disalatkan sebelum dimakamkan, disaksikan keluarga, kerabat, serta para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Ditambahkan Gus Miftah dalam tayangan berjudul "DIDI KEMPOT, APA AGAMA BELIAU? (Atas Ijin Istri Sang Legenda)", dirinya menyebut jika Almarhum Didi Kempot telah dilakukan prosesi pemakaman secara Islam.
"Jadi, sepulang dari rumah sakit, disalatkan sampai diberangkatkan ke pemakaman, dilakukan secara Islam," tambahnya.
Sosoknya Ramah Kepada Semua Orang
Di balik popularitasnya, Didi Kempot dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Ia tidak membatasi pergaulan berdasarkan latar belakang sosial, usia, maupun keyakinan, sehingga diterima luas oleh berbagai kalangan.
Sikap tersebut tercermin dalam interaksinya dengan penggemar. Didi Kempot kerap menyapa, bercanda, dan melayani permintaan foto tanpa jarak, baik di atas panggung maupun di luar acara resmi.
Bahkan Didi juga terbuka untuk berkolaborasi dengan musisi dari lintas genre, salah satunya dengan salah satu musisi rock legendaris Deddy Dores dalam album Setitik Air. Musik yang mereka buat adalah kombinasi rock dengan dangdut kontemporer.
Berangkat dari Kelompok Musik Pinggir Jalan di Tahun 1980-an
Perjalanan Karier Didi Kempot tidak dimulai dari kemewahan. Ia mengawali langkah bermusik dari kelompok musik pinggir jalan, mengamen dari satu tempat ke tempat lain demi mengasah kemampuan dan bertahan hidup. Hal ini ia lakukan selama bertahun-tahun di wilayah Surakarta, Jawa Tengah.
Pengalaman tersebut membentuk karakter musikalnya yang kuat dan jujur. Lagu-lagunya lahir dari pengamatan langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil, dengan lirik sederhana namun penuh makna.
Perjalanan tersebut kemudian ia tempa untuk memberanikan diri merantau ke Jakarta. Di sana, Didi Kempot terus melatih kemampuan musiknya hingga menciptakan banyak karya musik pop dangdut hingga campur sari.

5 days ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474631/original/041319900_1768498974-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_00.16.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476339/original/034510100_1768729257-Screenshot_2026-01-18_163816.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476284/original/028140900_1768724991-Cover___Lead__18_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476288/original/089608300_1768725077-unnamed-33.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474964/original/099569300_1768545259-Surat_untuk_Masa_Mudaku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829166/original/017053000_1715494474-kisah_nyata_spesial.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390142/original/027974000_1761232668-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_19.52.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474124/original/090605900_1768466863-spring-fever-1-2__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5305258/original/034241400_1754301493-IMG_5635.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475975/original/028157700_1768703582-ClipDown.com_503099519_1499371644380806_2596978927685153136_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475631/original/089882600_1768633977-Screenshot_2026-01-17_140501.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475620/original/050329400_1768633367-ClipDown.com_618284823_18551268316005597_1132545939733196346_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475846/original/062910300_1768663946-Slate_2026_-_CRM_PN_996x664.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475873/original/024541600_1768667976-Guang_Liang_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475861/original/027353300_1768665418-Tolong_Saya_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475857/original/059236100_1768664862-ClipDown.com_491081183_18495697663032105_5654897960803252286_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·