Teori Konspirasi Panenka Brahim Diaz di Final Piala Afrika 2025: Kebetulan atau Ada yang Disengaja?

18 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Final Piala Afrika 2025 banyak cerita termasuk teori konspirasi. Laga Senegal versus Maroko di Stadion Prince Moulay Abdallah, Senin (19/1) dini hari WIB, memicu perdebatan panjang. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal keadilan.

Senegal keluar sebagai juara setelah menang 1-0. Gol Pape Gueye pada menit ke-94 menjadi penentu. Namun, sorotan publik justru tertuju pada momen sebelum itu.

Maroko memperoleh penalti pada injury time babak kedua. Situasi kacau terjadi setelah pemain Senegal melakukan aksi walk-out. Konsentrasi pertandingan terpecah.

Di tengah ketegangan itu, Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti. Panenka yang dipilihnya dibaca dengan mudah oleh Edouard Mendy. Dari situlah teori konspirasi mulai berkembang.

Penalti Panenka dan Kecurigaan yang Menguat

Eksekusi penalti Panenka bukan hal baru di level tertinggi. Zinedine Zidane pernah melakukannya di final Piala Dunia 2006. Namun, konteks selalu menentukan persepsi.

Brahim Diaz berada dalam tekanan ekstrem. Maroko menunggu gelar Piala Afrika selama 50 tahun. Satu tendangan bisa mengubah sejarah.

Karena itu, keputusan mengambil risiko dianggap tidak masuk akal. Sebagian pihak mulai bertanya-tanya. Sports Illustrated bahkan membuat laporan tentang munculnya dugaan bahwa kegagalan itu disengaja.

Bahkan, ada teori bahwa penalti itu dibiarkan gagal demi 'keadilan' atas keputusan kontroversial wasit. Spekulasi ini cepat menyebar di media sosial dan forum sepak bola.

Bantahan Keras dari Senegal

Edouard Mendy menanggapi teori tersebut dengan tegas. Ia menolak anggapan bahwa ada kesepakatan atau unsur kesengajaan.

“Kita harus serius,” kata kiper Senegal, Mendy, kepada beIN Sports ketika teori ini diajukan kepadanya.

“Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa dengan satu menit tersisa dan sebuah negara yang telah menunggu 50 tahun untuk sebuah gelar, kita dapat menyepakati sesuatu?"

“Dia ingin mencetak gol dan saya pantas mendapat pujian karena menghentikannya, itu saja," tegas mantan kiper Chelsea.

Pembelaan Kubu Maroko

Pelatih Maroko, Walid Regragui, memilih pendekatan berbeda. Ia mengakui kualitas penalti Brahim Diaz tidak ideal. Namun, ia menyoroti faktor non-teknis.

"Banyak waktu berlalu sebelum [Brahim] bisa mengambil penalti, dan ini membuatnya kehilangan fokus," ucap Walid Regragui kepada ESPN.

"Pertandingan yang kami mainkan memalukan bagi Afrika," tegasnya.

Kegagalan penalti itu akhirnya menjadi titik balik. Senegal mencetak gol di perpanjangan waktu. Teori konspirasi mungkin tak pernah terbukti, tetapi luka bagi Maroko akan lama terasa.

Sumber: ESPN, FotMob

Lanjut Baca:

Manchester United Siap Panaskan Bursa Transfer Januari 2026: Gelandang Wolves Masuk Daftar Belanja

Read Entire Article