Ilustrasi(freepik)
RESISTENSI insulin semakin menjadi perhatian dalam laporan kesehatan internasional seiring meningkatnya kasus pradiabetes dan diabetes tipe 2. Sejumlah pakar kesehatan dari berbagai lembaga medis luar negeri menegaskan bahwa perubahan pola makan menjadi langkah awal yang paling realistis untuk memperbaiki sensitivitas insulin sebelum kondisi berkembang lebih serius.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif. Akibatnya, gula darah sulit dikontrol dan risiko gangguan metabolik meningkat.
Sayuran Tinggi Serat Jadi Fondasi Utama
Sayuran non-tepung secara konsisten direkomendasikan oleh para ahli gizi. Brokoli, bayam, kembang kol, kubis, dan asparagus mengandung serat tinggi serta rendah indeks glikemik. Cleveland Clinic mencatat serat membantu memperlambat penyerapan glukosa, sehingga lonjakan gula darah setelah makan bisa ditekan.
Sayuran juga memberi volume makanan tanpa tambahan kalori berlebih, yang penting bagi pengendalian berat badan, faktor yang erat kaitannya dengan resistensi insulin.
Buah Tetap Aman, Asal Dipilih dengan Tepat
Buah tidak sepenuhnya dilarang. Namun, Healthline menekankan pentingnya memilih buah utuh yang rendah gula dan kaya serat. Stroberi, blueberry, apel, dan pir termasuk yang paling sering direkomendasikan.
Sebaliknya, jus buah dinilai kurang ideal karena seratnya hilang dan kandungan gulanya mudah diserap tubuh, memicu kenaikan gula darah secara cepat.
Protein dan Lemak Sehat Bantu Stabilkan Gula Darah
Protein tanpa lemak menjadi komponen penting dalam pola makan untuk resistensi insulin. Ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega-3 yang dikaitkan dengan perbaikan metabolisme glukosa. Sumber protein lain seperti telur, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan kacang-kacangan juga dianjurkan.
Selain itu, Harvard Health Publishing menyebut lemak sehat seperti minyak zaitun extra virgin, alpukat, almond, dan biji chia membantu memperlambat pencernaan karbohidrat dan menjaga kestabilan insulin.
Diet Mediterania Dinilai Paling Konsisten
Dalam sejumlah laporan kesehatan internasional, diet Mediterania sering disebut sebagai pola makan yang paling konsisten membantu sensitivitas insulin. Pola ini menekankan konsumsi sayuran, ikan, biji-bijian utuh, serta lemak sehat, tanpa pendekatan ekstrem.
Para ahli menilai pola ini lebih berkelanjutan dibanding diet rendah karbohidrat ketat yang sering hanya efektif dalam jangka pendek.
Makanan Ultra-Proses Disarankan Dibatasi
Sebaliknya, makanan ultra-proses, minuman manis, roti putih, dan camilan tinggi gula disebut sebagai pemicu utama resistensi insulin. Cleveland Clinic menegaskan konsumsi rutin makanan tersebut berkaitan erat dengan memburuknya respons insulin dalam jangka panjang.
Para pakar sepakat, tidak ada satu makanan ajaib untuk mengatasi resistensi insulin. Kunci utamanya ada pada pola makan seimbang, konsisten, dan berbasis makanan utuh yang didukung oleh bukti ilmiah.
Sumber: Cleveland Clinic, Healthline, Harvard Health Publishing

3 days ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876580/original/060174300_1719475554-WhatsApp_Image_2024-06-27_at_14.43.12_5b0bb18e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418879/original/056478600_1763631339-realme_c85_series.jpeg)

English (US) ·