Kasus Baterai iPhone Membengkak di Pesawat Picu Kekhawatiran Pengguna, Ini Dugaan Penyebabnya

2 weeks ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pengguna melaporkan iPhone milik mereka mengalami masalah, di mana batarai ponsel buatan Apple itu membengkak saat berada dalam penerbangan. Sontak kejadian ini memicu kekhawatiran serius karena berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Laporan tersebut mencuat setelah seorang pengguna iPhone 16 Pro Max membagikan pengalamannya. Ia menyebut, ponselnya tiba-tiba membengkak ketika pesawat masih mengudara. Perubahan fisik pada baterai tersebut sempat ia dokumentasikan.

Mengutip PhoneArena, Senin (5/1/2025), pembengkakan baterai pada iPhone 16 Pro Max tersebut cukup parah, dengan panel belakang ponsel terlepas dari bodinya akibat tekanan dari baterai yang menggelembung.

Kasus ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika kondisi iPhone tersebut kembali normal setelah pesawat mendarat. Fenomena ini langsung memicu spekulasi soal risiko baterai lithium di ketinggian udara.

Baterai Kembali Normal Usai Mendarat

Ternyata, kasus serupa juga terjadi kepada pengguna iPhone lainnya. Kali ini, pengguna lainnya mengaku baterai iPhone 15 miliknya membengkak dalam dua penerbangan dan kembali normal setelah pesawat mendarat.

Warganet menduga perubahan tekanan udara di kabin pesawat dapat memicu kejadian ini. Gas di dalam baterai lithium diduga tidak bereaksi pada tekanan normal. Saat berada di ketinggian, gas tersebut memicu pembengkakan sementara.

Teori ini diperkuat dengan pengalaman pengguna iPhone 15 mengaku tidak lagi mengalami masalah serupa setelah mengganti baterai. Hal ini memunculkan dugaan bahwa kualitas manufaktur baterai tertentu mungkin tidak sepenuhnya optimal.

Ini akan menjelaskan mengapa pembengkakan hilang setelah pesawat mendarat. Ini juga akan menjelaskan mengapa ponsel pengguna kedua tidak mengalami masalah ini lagi setelah baterainya diganti: beberapa baterai mungkin tidak diproduksi dengan benar seperti baterai lainnya.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Jika mengalami kondisi serupa, pengguna disarankan segera melapor kejadian tersebut kepada awak kabin. Risiko kebakaran akibat baterai ponsel bermasalah dinilai terlalu berbahaya untuk diabaikan, terlebih di ruangan tertutup seperti pada kabin pesawat.

Pengguna juga disarankan mendokumentasikan kejadian tersebut. Dalam salah satu kasus, pengguna sempat kesulitan mengajukan penggantian baterai di Apple Store karena klaim dianggap tidak mungkin terjadi. Bukti foto akhirnya menjadi kunci untuk mendapatkan penggantian baterai.

Meski disebut sebagai kejadian langka, satu perangkat bermasalah saja dapat mengubah penerbangan rutin menjadi situasi berisiko bagi banyak penumpang. Selain itu, pembengkakan baterai juga berpotensi merusak fitur ketahanan air dan debu pada perangkat.

iPhone Layar Lipat Siap Meluncur pada 2026

Di didi lain, rumor mengenai iPhone layar lipat sejatinya telah beredar sejak beberapa tahun terakhir. Namun, laporan terbaru dari sejumlah sumber tepercaya semakin menguatkan indikasi bahwa perangkat tersebut benar-benar akan hadir.

Mengutip Mashable, Senin (29/12/2025), jurnalis teknologi dari Bloomberg, Mark Gurman, menyebut Apple berencana menghadirkan iPhone layar lipat pada tahun depan.

Pernyataan itu diperkuat oleh analis Apple ternama Ming-Chi Kuo yang mengungkapkan perangkat itu sudah memasuki tahap pengembangan serius dan Apple menghadapi tantangan produksi untuk mengejar permintaan pasar.

Informasi terbaru datang dari konten kreator teknologi Jon Prosser. Lewat kanal YouTube FrontPageTech, ia membagikan visual render tiga dimensi sekaligus mengungkap spesifikasi yang diklaim sebagai gambaran iPhone layar lipat pertama Apple.

Dalam video yang diunggah beberapa hari menjelang Natal, Prosser menyoroti masalah utama dalam ponsel lipat, yakni garis lipatan di bagian tengah layar. Masalah inilah yang selama ini disebut menjadi alasan Apple menunda masuk ke pasar ponsel lipat.

Prosser mengklaim Apple berhasil menemukan solusi melalui penggunaan pelat logam khusus yang berfungsi meratakan tekanan saat layar dilipat. Teknologi ini dikombinasikan dengan material liquid metal pada mekanisme engsel agar layar tetap halus dan tahan lama.

Dari sisi tampilan, perangkat ini disebut memiliki layar luar berukuran 5,5 inci. Sementara layar utama akan membentang hingga 7,8 inci saat dibuka penuh, menjadikannya menyerupai iPad mini.

Bodi Super Tipis, Empat Kamera, dan Sinyal Kuat Rilis 2026

Soal desain bodi, iPhone layar lipat dikabarkan memiliki ketebalan sekitar 9 mm saat tertutup dan hanya 4,5 mm saat terbuka. Angka tersebut bahkan disebut lebih tipis dibandingkan iPhone Air. Untuk fotografi, perangkat ini dilaporkan mengusung empat kamera.

Prosser juga menyebut iPhone layar lipat akan diperkenalkan bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 2026.

Meski reputasi Prosser kerap menuai pro dan kontra, rekam jejaknya tak bisa sepenuhnya diabaikan. Gizmodo mencatat Apple sempat menggugat Prosser terkait bocoran iOS 26 dan desain Liquid Glass yang terbukti akurat. Dalam dokumen hukum itu disebutkan informasi diperoleh dari pihak yang memiliki akses langsung ke perangkat internal Apple.

Dengan konfirmasi tidak langsung dari tiga sumber kredibel--Mark Gurman, Ming-Chi Kuo, dan Jon Prosser--peluncuran iPhone layar lipat pada 2026 kini dinilai semakin mendekati kepastian, kecuali Apple mengambil langkah strategis berbeda dalam waktu dekat.

iPhone 17 bakal Makin Mahal karena Harga RAM Naik 230 Persen

Kelangkaan memori DRAM (Dynamic Random Access Memory) global mulai menekan margin keuntungan AppleiPhone 17 diprediksi akan menjadi produk pertama yang merasakan dampak langsung dari lonjakan biaya komponen tersebut.

Menurut laporan Gizmochina, dikutip Minggu (28/12/2025), Apple tengah menghadapi kenaikan harga DRAM yang cukup drastis.

Hal ini memicu spekulasi mengenai seberapa lama raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) tersebut mampu menyerap kenaikan biaya produksi sebelum akhirnya membebankannya kepada konsumen (menaikkan harga iPhone 17).

Data menunjukkan bahwa biaya untuk modul RAM LPDDR5X berkapasitas 12GB yang diproyeksikan untuk model iPhone 17 Pro, meroket dari kisaran USD 25–USD 29 (sekitar Rp 400 ribu-Rp 460 ribu) menjadi USD 70 (sekitar Rp 1,1 juta) per unit.

Kenaikan sebesar 230 persen ini merupakan angka yang sangat signifikan bagi struktur biaya perangkat elektronik mana pun, termasuk bagi perusahaan sebesar Apple.

Selama ini, Apple berhasil menghindari guncangan harga pasar berkat kontrak pasokan jangka panjang yang mengunci harga komponen jauh di muka. Namun, untuk kasus DRAM kali ini, Apple tampaknya mulai kesulitan.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa kontrak pasokan DRAM Apple dengan dua raksasa memori, SK Hynix dan Samsung, akan berakhir pada Januari 2026.

Begitu kontrak tersebut habis, Apple harus melakukan negosiasi ulang di tengah kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Mustahil bagi Apple untuk mendapatkan kembali harga "lama" di angka USD 25 per unit.  

Efek Domino Tren AI

Situasi ini diperparah oleh pergeseran fokus industri memori global. Produsen utama seperti SK Hynix dan Micron dilaporkan mulai memangkas kapasitas produksi memori LPDDR untuk beralih ke HBM (High Bandwidth Memory).

Memori jenis HBM saat ini sedang berada di puncak permintaan karena margin keuntungannya yang jauh lebih tinggi, terutama untuk kebutuhan akselerator AI dan pusat data (data center).

Kondisi ini menempatkan Apple dalam posisi sulit. Untuk lini iPhone 18 mendatang, Apple kemungkinan besar akan sangat bergantung pada Samsung sebagai pemasok utama RAM.