iPhone 11 Pro hingga MacBook Air Intel Masuk Daftar Produk Vintage Apple

2 weeks ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Apple kembali memperbarui daftar produk lawas atau vintage mereka. Kali ini, tiga produk populer resmi masuk kategori tersebut.

Daftarnya mencakup MacBook Air chipset Intel, iPhone 11 Pro, dan Apple Watch Series 5, sebagaimana dikutip dari Apple Insider, Sabtu (3/1/2026).

Adapun status sebuah produk Apple masuk kategori vintage atau alias lawas adalah ketika raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu telah menghentikan distribusi penjualannya lebih dari lima tahun, tetapi belum melewati tujuh tahun.

Masuknya iPhone 11 Pro ke dalam daftar ini cukup mengejutkan, mengingat smartphone flagship di 2019 ini masih menerima update iOS 26. Namun, memang tidak semua fitur bisa dipakai di model iPhone ini.

MacBook Air Retina 13 inci 2020 sendiri merupakan laptop besutan terakhir Apple yang masih menggunakan prosesor Intel, sebelum akhirnya perusahaan beralih ke chipset buatan mereka sendiri.

Laptop ini dihentikan penjualannya pada akhir 2020, bertepatan dengan diluncurkannya MacBook Air M1. Saat ini, laptop Apple tersebut tercatat hanya mendukung hingga macOS Sequoia.

Sementara itu, Apple Watch Series 5 terakhir kali mendapatkan pembaruan watchOS 10. Seperti perangkat mereka yang lain, perusahaan masih tetap menggulirkan update keamanan.

Bagi pengguna di Indonesia, ini dapat menjadi sinyal untuk mulai mempertimbangkan upgrade, terutama jika perangkat yang dipakai untuk aktivitas produktif jangka panjang.

Hacker Gunakan Sertifikat Resmi untuk Suntik Malware Baru ke Mac

Di sisi lain, selama beberapa tahun, Mac kerap kali lebih aman dibandingkan PC pada umumnya. Anggapan ini bukan karena Apple sempurna, melainkan karena hacker(peretas) lebih menargetkan pengguna Windows.

Namun, seiring jumlah pengguna Mac yang kian meningkat, penjahat siber mulai memberi perhatian lebih serius pada perangkat baru.

Dilansir Gizchina, Jumat (2/1/2026), laporan terbaru dari Jamf Threat Labs mengungkap keberadaan virus baru yang sangat licik. Virus ini mampu tampil sebagai aplikasi normal dan aman, sehingga sulit terdeteksi.

Temuan ini menjadi peringatan bahwa meningkatnya popularitas Mac turut menjadikannya sasaran serangan siber yang kian canggih.

Bagian yang paling mengkhawatirkan dari temuan ini yaitu bagaimana cara peretas menipu sistem keamanan Apple. Biasanya, aplikasi yang diunduh dari luar sumber resmi harus memiliki izin digital berupa sertifikat Developer ID.

Namun, kini peretas memanfaatkan sertifikat asli yang diperoleh dari pasar gelap. Karena malware tersebut menggunakan ID Apple yang sah, sistem operasi menganggap sebagai aplikasi resmi.

Akibatnya, perangkat lunak berbahaya tersebut bisa melewati peringatan keamanan standar yang biasanya mencegah aplikasi tidak terverifikasi dijalankan.

Trik Cerdik “Bait and Switch”

Para peretas juga menggunakan trik yang cerdik untuk mengelabui sistem peninjauan otomatis Apple. Saat mengajukan aplikasi untuk disetujui, mereka mengirimkan versi “bersih” yang tidak mengandung aktivitas berbahaya.

Aplikasi tersebut ditulis menggunakan Swift, bahasa pemrograman umum di Mac, sehingga terlihat aman. Setelah terpasang di perangkat, aplikasi ini akan menunggu sebelum terhubung ke server jarak jauh untuk mengunduh malware utama.

Dengan menyimpan kode berbahaya di cloud, ancaman ini sulit terdeteksi oleh sistem pemindaian awal Apple.

Metode Infeksi Baru

Ancaman ini merupakan versi terbaru dari MacSync Stealer. Pada versi sebelumnya, malware ini mencoba menipu pengguna dengan meminta pengguna untuk menjalankan perintah rumit di komputer mereka.

Versi terbaru, metode penyebarannya dibuat jauh lebih tersembunyi. Malware disiapkan dalam penginstal perangkat lunakpalsu yang tampil menyerupai aplikasi pesan populer.

Saat aplikasi dibuka, kode berbahaya langsung berjalan di latar belakang tanpa pemberitahuan kepada pengguna. Pelaku juga menyertakan file “umpan”, seperti dokumen PDF palsu, agar ukuran aplikasi terlihat wajar dan terhindar dari deteksi sistem keamanan.

Menghindari Deteksi dan Respons Apple

Pembuat malware menggunakan sejumlah cara untuk menyamarkannya. Program tersebut dirancang hanya aktif saat perangkat terhubung ke internet dan dilengkapi pengatur waktu agar tidak berjalan terlalu sering.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kinerja komputer melambat, yang bisa memicu kecurigaan pengguna. Meski sempat luput dari deteksi beberapa sistem keamanan, Jamf berhasil mengidentifikasi ancaman tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Apple, yang langsung mencabut sertifikat terkait guna menghentikan penyebaran malware lebih lanjut.

Read Entire Article