Liputan6.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, RAM (Random Access Memory) dikenal sebagai salah satu komponen komputer paling terjangkau. Namun, meledaknya tren kecerdasan buatan (AI) membuat hal tersebut berubah 180 derajat.
Dengan semakin banyak raksasa teknologi berlomba-lomba meningkatkan kemampuan pusat data AI mereka, kebutuhan untuk RAM dalam jumlah banyak pun semakin meningkat.
Namun, rantai pasok tak mampu mengejar lonjakan permintaan sehingga membuat harga RAM meroket setiap harinya. Tercatat, sejak Oktober 2025 saja, harga RAM sudah naik lebih dari dua kali lipat.
Beberapa kasus juga menyebutkan, kenaikannya bisa mencapai lima kali lipat hanya dalam hitungan beberapa bulan saja.
"Kami diberi penawaran harga sekitar 500 persen lebih tinggi dibanding beberapa bulan lalu," Steve Mason, General Manager CyberPowerPC, perusahaan perakit komputer, sebagaimana dikutip dari BBC, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan, "kondisi ini akan membuat banyak produsen memori dan perusahaan teknologi untuk mengambil keputusan sulit terkait harga jual produk mereka."
RAM (Random Access Memory) sendiri merupakan komponen penting untuk beragam jenis perangkat elektronik, dan sangat bergantung pada RAM ini. Tanpanya, aktivitas dasar seperti membuka aplikasi di smartphone atau gadget lainnya tidak mungkin bisa dilakukan.
Hal serupa juga diungkap oleh perusahaan perakit komputer lainnya, dengan mengatakan tren kenaikan harga RAM tidak akan berhenti dalam waktu dekat.
"Pasar sangat bergairah pada 2025, dan jika harga memori tidak turun secara berarti, kemungkinan akan terjadi penurunan permintaan konsumen pada 2026," kata Danny Willions dari PCSpecialist.
Dia juga menyebutkan, dampak kenaikan harga tidak merata terjadi di antara produsen RAM. "Beberapa vendor mungkin hanya menaikkan harga sekitar 1,5 sampai 2 kali lipat," katanya.
Alasan Harga RAM Naik
Penulis buka Chip War, Chris Miller, menyebutkan AI sebagai pendorong utama krisis memori saat ini. "Lonjakan permintaan chip memori, terutama High Bandwidth Memory terjadi karena AI," ujar Chris.
Menurutnya, tekanan tersebut mendorong kenaikan harga di hampir semua jenis chip memori, tidak hanya lini produk kelas atas saja.
Mike Howard dari Tech Insights juga memiliki pandangan serupa. Ia mengatakan lonjakan dipicu oleh kepastian permintaan jangka panjang dari penyedia layanan cloud global.
"Penyedia cloud sudah mengunci kebutuhan memori untuk 2026 dan 2027," ucap Mike kepada BBC. Ia juga menegaskan, pasokan RAM tidak akan mampu memenuhi rencana ekspansi sejumlah raksasa teknologi.
"Tidak dapat disangkal pasokan tidak akan memenuhi tingkat direncanakan Google, Amazon, dan pemain besar lainnya."
Menurutnya, kombinasi kebutuhan permintaan dan keterbatasan pasokan ini memberi ruang bebas bagi pemasok untuk menaikkan harga secara agresif.
Selama ini, produsen perangkat elektronik sering menahan kenaikan biaya komponen agar harga tetap kompetitif. Namun dengan kondisi saat ini, hal tersebut besar kemungkinan bakal berubah.
"Di PC, memori biasanya menyumbang 15 hingga 20 persen dari total biasa. Sekarang, bisa mencapai 30 hingga 40 persen," katanya.
Dampaknya ke konsumen berarti satu hal. Harga smartphone, PC, laptop, tablet, hingga smart TV berpotensi lebih mahal pada 2026.
iPhone 17 bakal Makin Mahal karena Harga RAM
Di sisi lain, kelangkaan memori DRAM (Dynamic Random Access Memory) global mulai menekan margin keuntungan Apple. iPhone 17 diprediksi akan menjadi produk pertama yang merasakan dampak langsung dari lonjakan biaya komponen tersebut.
Menurut laporan Gizmochina, dikutip Minggu (28/12/2025), Apple tengah menghadapi kenaikan harga DRAM yang cukup drastis.
Hal ini memicu spekulasi mengenai seberapa lama raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) tersebut mampu menyerap kenaikan biaya produksi sebelum akhirnya membebankannya kepada konsumen (menaikkan harga iPhone 17).
Data menunjukkan bahwa biaya untuk modul RAM LPDDR5X berkapasitas 12GB yang diproyeksikan untuk model iPhone 17 Pro, meroket dari kisaran USD 25–USD 29 (sekitar Rp 400 ribu-Rp 460 ribu) menjadi USD 70 (sekitar Rp 1,1 juta) per unit.
Kenaikan sebesar 230 persen ini merupakan angka yang sangat signifikan bagi struktur biaya perangkat elektronik mana pun, termasuk bagi perusahaan sebesar Apple.
Selama ini, Apple berhasil menghindari guncangan harga pasar berkat kontrak pasokan jangka panjang yang mengunci harga komponen jauh di muka. Namun, untuk kasus DRAM kali ini, Apple tampaknya mulai kesulitan.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa kontrak pasokan DRAM Apple dengan dua raksasa memori, SK Hynix dan Samsung, akan berakhir pada Januari 2026.
Begitu kontrak tersebut habis, Apple harus melakukan negosiasi ulang di tengah kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Mustahil bagi Apple untuk mendapatkan kembali harga "lama" di angka USD 25 per unit.
Efek Domino Tren AI
Situasi ini diperparah oleh pergeseran fokus industri memori global. Produsen utama seperti SK Hynix dan Micron dilaporkan mulai memangkas kapasitas produksi memori LPDDR untuk beralih ke HBM (High Bandwidth Memory).
Memori jenis HBM saat ini sedang berada di puncak permintaan karena margin keuntungannya yang jauh lebih tinggi, terutama untuk kebutuhan akselerator AI dan pusat data (data center).
Kondisi ini menempatkan Apple dalam posisi sulit. Untuk lini iPhone 18 mendatang, Apple kemungkinan besar akan sangat bergantung pada Samsung sebagai pemasok utama RAM.
Ketergantungan pada Samsung dan Risiko Harga
Ketergantungan pada satu pemasok besar otomatis memperlemah posisi tawar Apple dalam negosiasi harga. Jika kesepakatan harga gagal mencapai titik temu, Apple mungkin tidak memiliki pilihan lain selain menaikkan harga jual iPhone ke tangan konsumen.
Padahal, secara teknis, peningkatan spesifikasi memori sangat diperlukan. Lini iPhone 18 dirumorkan akan mengadopsi memori LPDDR5X six-channel untuk meningkatkan bandwidth dan performa kecerdasan buatan (AI) pada perangkat.
Peningkatan spesifikasi ini memang krusial untuk persaingan teknologi, namun di sisi lain hal ini memaksa Apple membutuhkan lebih banyak kapasitas DRAM di saat harga sedang membumbung tinggi.
Jika biaya komponen tetap bertahan di angka USD 70, kenaikan harga iPhone di masa depan tampak hampir tak terhindarkan.

2 weeks ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5376982/original/062419800_1760070989-iPhone_17_Pro_Series_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1305596/original/086117500_1470137056-linkedin-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380530/original/029429100_1539233326-logo_Xiaomi_Agustin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460907/original/041515600_1767326098-Jadwal_M7_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408540/original/092632300_1762822649-Honor_X70__Gizmochina_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475823/original/048851800_1768660252-Onic_Lolos_Knockout_Stage_M7__Team_Falcons_Tersingkir_Usai_Duel_Panas_Bo3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475774/original/076652300_1768649234-pipit_image_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352041/original/048616800_1758091081-Xiaomi_17_Pro_Max_Mirip_iPhone_17_Pro_Max_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475522/original/000416200_1768625312-Civilization_VII_Arcade_Edition_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475476/original/001070400_1768620920-Oppo_Reno15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368344/original/032314400_1759374030-M7_World_Championship_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4595131/original/089153000_1696226192-trac-vu-Yut0WQE3jzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474494/original/020251900_1768479329-Hands-on_Experience_Redmi_Note_15_Pro__5G.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474888/original/012855600_1768540680-IMG_2663.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·