Gara-gara Komponen Ini, Harga Smartphone hingga PC Bisa Lebih Mahal di 2026

2 weeks ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, RAM (Random Access Memory) dikenal sebagai salah satu komponen komputer paling terjangkau. Namun, meledaknya tren kecerdasan buatan (AI) membuat hal tersebut berubah 180 derajat.

Dengan semakin banyak raksasa teknologi berlomba-lomba meningkatkan kemampuan pusat data AI mereka, kebutuhan untuk RAM dalam jumlah banyak pun semakin meningkat.

Namun, rantai pasok tak mampu mengejar lonjakan permintaan sehingga membuat harga RAM meroket setiap harinya. Tercatat, sejak Oktober 2025 saja, harga RAM sudah naik lebih dari dua kali lipat.

Beberapa kasus juga menyebutkan, kenaikannya bisa mencapai lima kali lipat hanya dalam hitungan beberapa bulan saja.

"Kami diberi penawaran harga sekitar 500 persen lebih tinggi dibanding beberapa bulan lalu," Steve Mason, General Manager CyberPowerPC, perusahaan perakit komputer, sebagaimana dikutip dari BBC, Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan, "kondisi ini akan membuat banyak produsen memori dan perusahaan teknologi untuk mengambil keputusan sulit terkait harga jual produk mereka." 

RAM (Random Access Memory) sendiri merupakan komponen penting untuk beragam jenis perangkat elektronik, dan sangat bergantung pada RAM ini. Tanpanya, aktivitas dasar seperti membuka aplikasi di smartphone atau gadget lainnya tidak mungkin bisa dilakukan.

Hal serupa juga diungkap oleh perusahaan perakit komputer lainnya, dengan mengatakan tren kenaikan harga RAM tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

"Pasar sangat bergairah pada 2025, dan jika harga memori tidak turun secara berarti, kemungkinan akan terjadi penurunan permintaan konsumen pada 2026," kata Danny Willions dari PCSpecialist.

Dia juga menyebutkan, dampak kenaikan harga tidak merata terjadi di antara produsen RAM. "Beberapa vendor mungkin hanya menaikkan harga sekitar 1,5 sampai 2 kali lipat," katanya.

Alasan Harga RAM Naik

Penulis buka Chip War, Chris Miller, menyebutkan AI sebagai pendorong utama krisis memori saat ini. "Lonjakan permintaan chip memori, terutama High Bandwidth Memory terjadi karena AI," ujar Chris.

Menurutnya, tekanan tersebut mendorong kenaikan harga di hampir semua jenis chip memori, tidak hanya lini produk kelas atas saja. 

Mike Howard dari Tech Insights juga memiliki pandangan serupa. Ia mengatakan lonjakan dipicu oleh kepastian permintaan jangka panjang dari penyedia layanan cloud global.

"Penyedia cloud sudah mengunci kebutuhan memori untuk 2026 dan 2027," ucap Mike kepada BBC. Ia juga menegaskan, pasokan RAM tidak akan mampu memenuhi rencana ekspansi sejumlah raksasa teknologi.

"Tidak dapat disangkal pasokan tidak akan memenuhi tingkat direncanakan Google, Amazon, dan pemain besar lainnya."

Menurutnya, kombinasi kebutuhan permintaan dan keterbatasan pasokan ini memberi ruang bebas bagi pemasok untuk menaikkan harga secara agresif.

Selama ini, produsen perangkat elektronik sering menahan kenaikan biaya komponen agar harga tetap kompetitif. Namun dengan kondisi saat ini, hal tersebut besar kemungkinan bakal berubah.

"Di PC, memori biasanya menyumbang 15 hingga 20 persen dari total biasa. Sekarang, bisa mencapai 30 hingga 40 persen," katanya.

Dampaknya ke konsumen berarti satu hal. Harga smartphone, PC, laptop, tablet, hingga smart TV berpotensi lebih mahal pada 2026.

iPhone 17 bakal Makin Mahal karena Harga RAM

Di sisi lain, kelangkaan memori DRAM (Dynamic Random Access Memory) global mulai menekan margin keuntungan Apple. iPhone 17 diprediksi akan menjadi produk pertama yang merasakan dampak langsung dari lonjakan biaya komponen tersebut.

Menurut laporan Gizmochina, dikutip Minggu (28/12/2025), Apple tengah menghadapi kenaikan harga DRAM yang cukup drastis.

Hal ini memicu spekulasi mengenai seberapa lama raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) tersebut mampu menyerap kenaikan biaya produksi sebelum akhirnya membebankannya kepada konsumen (menaikkan harga iPhone 17).

Data menunjukkan bahwa biaya untuk modul RAM LPDDR5X berkapasitas 12GB yang diproyeksikan untuk model iPhone 17 Pro, meroket dari kisaran USD 25–USD 29 (sekitar Rp 400 ribu-Rp 460 ribu) menjadi USD 70 (sekitar Rp 1,1 juta) per unit.

Kenaikan sebesar 230 persen ini merupakan angka yang sangat signifikan bagi struktur biaya perangkat elektronik mana pun, termasuk bagi perusahaan sebesar Apple.

Selama ini, Apple berhasil menghindari guncangan harga pasar berkat kontrak pasokan jangka panjang yang mengunci harga komponen jauh di muka. Namun, untuk kasus DRAM kali ini, Apple tampaknya mulai kesulitan.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa kontrak pasokan DRAM Apple dengan dua raksasa memori, SK Hynix dan Samsung, akan berakhir pada Januari 2026.

Begitu kontrak tersebut habis, Apple harus melakukan negosiasi ulang di tengah kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Mustahil bagi Apple untuk mendapatkan kembali harga "lama" di angka USD 25 per unit.

Efek Domino Tren AI

Situasi ini diperparah oleh pergeseran fokus industri memori global. Produsen utama seperti SK Hynix dan Micron dilaporkan mulai memangkas kapasitas produksi memori LPDDR untuk beralih ke HBM (High Bandwidth Memory).

Memori jenis HBM saat ini sedang berada di puncak permintaan karena margin keuntungannya yang jauh lebih tinggi, terutama untuk kebutuhan akselerator AI dan pusat data (data center).

Kondisi ini menempatkan Apple dalam posisi sulit. Untuk lini iPhone 18 mendatang, Apple kemungkinan besar akan sangat bergantung pada Samsung sebagai pemasok utama RAM.

Ketergantungan pada Samsung dan Risiko Harga

Ketergantungan pada satu pemasok besar otomatis memperlemah posisi tawar Apple dalam negosiasi harga. Jika kesepakatan harga gagal mencapai titik temu, Apple mungkin tidak memiliki pilihan lain selain menaikkan harga jual iPhone ke tangan konsumen.

Padahal, secara teknis, peningkatan spesifikasi memori sangat diperlukan. Lini iPhone 18 dirumorkan akan mengadopsi memori LPDDR5X six-channel untuk meningkatkan bandwidth dan performa kecerdasan buatan (AI) pada perangkat.

Peningkatan spesifikasi ini memang krusial untuk persaingan teknologi, namun di sisi lain hal ini memaksa Apple membutuhkan lebih banyak kapasitas DRAM di saat harga sedang membumbung tinggi.

Jika biaya komponen tetap bertahan di angka USD 70, kenaikan harga iPhone di masa depan tampak hampir tak terhindarkan.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik

Read Entire Article