Ekspor Sawit RI 2026 Diperkirakan 32 Juta Ton, Tergantung Kebijakan Biodiesel

1 day ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pekerja menata tandan buah kelapa sawit ke atas truk di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (31/1/2024) Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carolio

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memproyeksikan ekspor minyak sawit Indonesia pada 2026 berpotensi mencapai sekitar 32 juta ton.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, negara tujuan ekspor sawit Indonesia diperkirakan tak banyak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seperti China, Pakistan, AS, Uni Eropa, dan Bangladesh.

"Kalau negara tuh rasanya enggak terlalu banyak berubah ya. Seperti yang sekarang aja ya, yang paling besar udah masih ke China, kedua India. Kemudian Uni Eropa, kemudian Pakistan, Amerika, Bangladesh, masih seperti itulah mayoritasnya," ucap Eddy ketika dihubungi kumparan, Sabtu (17/1).

Dari sisi volume, Eddy menilai ekspor 2026 sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, terutama terkait bauran biodiesel. Jika tidak ada peningkatan mandatori biodiesel, ekspor diperkirakan stabil atau sedikit meningkat dibandingkan 2025.

"Kalau menurut saya besarnya juga memang tergantung dengan harga kita juga. Kalau kita tidak ada kebijakan kenaikan biodiesel menjadi B50, seharusnya ekspor bisa ya mungkin hampir sama dengan 2025. 2025 ini agak naik sedikit, di atas 30 (juta ton) ya," lanjutnya.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono dalam Konferensi Pers IPOC 2025 di Kantor GAPKI, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Namun, rencana peningkatan bauran biodiesel menjadi B50 berpotensi menekan ekspor sawit. Eddy memperkirakan kebijakan itu bisa mengurangi ekspor hingga sekitar 1,5 juta ton, tergantung waktu implementasinya.

Berkurangnya pasokan sawit dari Indonesia bakal berdampak pada kenaikan harga minyak nabati global, sekaligus menekan daya saing ekspor sawit Indonesia. "Nah ini pasti juga harga minyak nabati juga akan naik. Itu juga akan mengurangi ekspor kita," ujar Eddy.

Sebaliknya, jika tidak ada kebijakan yang membuat harga minyak sawit Indonesia jadi lebih mahal dibandingkan minyak nabati lain, Eddy optimistis ekspor masih berpeluang meningkat.

"Kalau misalnya kita aman-aman aja tidak membuat kebijakan yang membuat harga minyak nabati atau minyak sawit lebih tinggi dari minyak nabati lain, seharusnya sih ya ada kenaikan, walaupun ya mungkin sekitar 32-an [juta ton] lah gitu. Kalau tidak ada kebijakan yang bisa mengurangi ekspor gitu," katanya.

Ilustrasi Biodiesel. Foto: Shutterstock

Selain faktor kebijakan domestik, kondisi geopolitik global juga dinilai berpengaruh terhadap kinerja ekspor sawit. Eddy menilai konflik skala besar bisa menekan ekonomi global dan berdampak langsung pada permintaan.

Dia mencontohkan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz, yang dapat mengganggu perekonomian global dan menurunkan daya beli negara importir.

"Nah ini pasti ada kalau terjadi perang apalagi nanti misalnya ini Iran sama Amerika sama Israel. Kemudian Iran menutup Selat Hormuz. Itu kan semua akan berpengaruh, mereka akhirnya kan ekonomi mereka terganggu itu akan mengurangi pembelian," imbuh Eddy.

Karena itu, GAPKI berharap stabilitas global tetap terjaga agar ekspor sawit Indonesia pada 2026 dapat tumbuh sesuai proyeksi.

Read Entire Article